H. Ilyasa : Menjadi Pemimpin Harus Bermanfaat Untuk Masyarakat

Lahir ditengah keluarga  sederhana, membawa seorang Ilyasa tumbuh menjadi pribadi sederhana dan bersahaja. Majalah TERAS berkesempatan menyambangi politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini mengemban amanah keduakalinya memimpin DPRD Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung di ruang kerjanya.

Seperti kebanyakam remaja, sifat kenakalan, suka “berantem” menjadi warna tersendiri dalam kisah Ilyasa kecil. Namun hal itu tidak membuatnya patah semangat uuntu terus berjuang dan menyelesaikan  sekolahnya.“Saya lahir dari keluarga petani, namun dukungan, doa, dan saran dari orang tua membuat saya termotivasi untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain,” terangnya.

Pada masa-masa itulah mentalnya ditempa. Ilyasa sadar betul dengan kondisi seperti itu harus berjuang. Kesuksesannya saat ini diperankan oleh pendidikan dan doa orang tuanya yang terus mengalir mengiringi perjuangannya. Ada sebuah pepatah, “dari sebuah rasa maka lahir kepekaan yang tajam”. Soal kemiskinan Ilyas merasakan dan memahaminya sekali hingga ke akar-akarnya. Dan modal dari pengalamannya itu menjadi spirit untuknya membantu dan mensejahterakan masyarakat dengan posisinya saat ini. Pasca reformasi Ilyasa bergabung bersama PDIP menjadi pengurus partai di tingkat bawah. Ilyasa mengakui sebelumnya tidak memahami tentang dunia perpolitikan. Pahit-manis, dunia politik itu dipelajarinya dengan serius. Sampai pada kesimpulannya; politik itu sangat bermanfaat.

“Artinya sebagai pengurus partai tingkat bawah, setidaknya ketika kita memiliki wakil DPRD yang kita perjuangkan, kita dapat mudah menyampaikan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat,” terangnya.

Dari situlah pengalaman yang diperoleh Ilyas dan akhirnya tahun 2004 Ilyasa dicalonkan para pengurus partai dibawah untuk menjadi anggota DPRD.  Dikatakan Ilyasa, amanah yang diembannya dari masyarakat Pringsewu dilakukan dengan pendekatan kekeluargaan. “Setelah menjadi anggota dewan, banyak persoalan dimasyarakat yang harus saya emban. Jangan sampai kita menjadi pemimpin yang di pilih masyarakat dengan iklas tanpa pendekatan financial, betul-betul pendekatan kekeluargaan, saya harus turun langsung ke masyarakat,” terangnya.

“Jika masyarakat susah kita harus berada ditengah-tengah mereka, ada kelompok tani yang sulit dalam memperoleh bantuan-bantuan, melalui kita dapat lebih cepat. Itulah arti pendekatan kekeluargaan yang terjalin,” tambahnya.

Ini terbukti, Ilyasa dipercaya kembali oleh masyarakat pringsewu untuk keduakalinya memimpin DPRD Kabupaten Pringsewu.
“Jika tidak ada manfaat untuk masyarakat, tidak ada artinya saya menjadi pemimpin,” ucap Ilyasa.

Bangun Komunikasi Kembali Dengan Eksekutif
Belum lama ini tepatnya 22 Mei 2017 Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu dilantik untuk masa kerja 2017-2022. Dikatakan Ilyasa, bupati yang baru saja dilantik merupakan petahana, sehingga lebih mudah komunikasi antara eksekutif dan legislatif sudah terjalin. “Kita menjalin komunikasi tentang persoalan-persoalan di masyarakat sudah kita lakukan satu periode lalu, kita sudah sama-sama paham,” terangnya.
Oleh sebab itu dikatakan Ilyasa program yang harus segera diselesaikan sesuai janji-janji politik bupati dan wakil bupati saat kampanye. “Namun bagi saya meneruskan persoalan yang belum terselesaikan cotohnya seperti di pertanian, banyak mengeluh saat musim kemarau tidak dapat “nyawah”, nah bagaimana langkahnya, terutama kita harus peka menyelesaikannya apakah melalui sumur bor atau sebagainya,” ujarnya.

“Dewan dan bupati harus satu, jika bersatu dan kompak Inysaallah masyarakat akan mudah mendapat manfaat dari pemerintah dan DPRD. Intinya mari kita bangun kembali kebersamaan ini untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di masyarakat yang belum terselesaikan,” lanjutnya.

Sementara di bidang pendidikan, Ilyasa mengatakan mendukung penuh program-program yang bagus dari dinas-dinas dari sisi anggaran. “Selama ini hubungan kita selalu harmonis, selagi programnya bagus kita dukung anggarannya, apalagi di pringsewu sebelum menjadi kabupaten perguruan tinggi paling banyak, apalagi saat ini setelah menjadi kabupaten kita dukung penuh,” jelasnya.

Selain itu dikatakan Ilyasa, untuk membangun generasi muda yang cinta terhadap budaya, perlu ditanamkan sejak dini. “Setiap ada event kita tampilkan budaya nusantara, sehingga generasi muda lebih mengenal dan melestarikan budayanya sendiri dan tidak tenggelam oleh budaya luar,” terangnya.

Di akhir perbincangan Ilyasa berharap masyarakat Pringsewu yang dikenal ramah, toleran, dan baik keamananya, terus dipertahankan. “Pringsewu menjadi daerah yang maju, nyaman dan rukun,” harapnya. @WIRI