Taman Budaya, Tempatnya Menyaksikan Beragam Hiburan di Banjarmasin

Majalahteras.com – Taman Budaya Kalimantan Selatan selama ini tak hanya merupakan kantor unit teknis pelaksana daerah (UPTD) yang berisi para PNS Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Selatan. Di sini juga kerap dijadikan markas para seniman dan mahasiswa seni untuk sekadar nongkrong ataupun tampil berkesenian.

Terletak di Jalan Brigjen H Hasan Basri nomor 2, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, tempat ini sering diramaikan oleh berbagai kegiatan kesenian, baik modern ataupun tradisi. Di sini para seniman kerap berkumpul di sebuah warung sederhana yang kerap mereka sebut Warung Komisi XI.

Warung ini menjual makanan dan minuman yang murah seperti kopi, teh, susu, mi instan, gorengan, pisang dan beberapa makanan tradisional Banjar seperti soto Banjar, nasi sop, ketupat Kandangan, lontong, roti pisang, apam dan lupis. Kisarannya antara ribuan rupiah hingga belasan ribu rupiah.

Di warung ini memang murah karena penjualnya menyesuaikan kocek para seniman, pelajar dan mahasiswa yang sering nongkrong di sana. “Mereka kan sukanya yang murah-murah. Nasi sop saya jual Rp 8.000 plus minum jadi Rp 10.000. Pisang sebiji Rp 500, mi instan Rp 3.000, kalau yang isi dua hanya Rp 4.000,” jelas penjualnya, Marlina.

Di sini juga ada penjual pencok, pecal dan gado-gado. Harganya yang sekitar Rp 5.000-Rp 8.000 per porsi. Ada juga penjual pentol bakso dan minuman bersoda yang juga murah-murah harganya.

Mereka yang sering makan di sini biasanya senang dengan kemurahan harganya. Berbekal uang Rp 20.000 saja sudah bisa kenyang. Cocok buat para wisatawan atau backpacker yang kebetulan ke Banjarmasin, bisa juga ke sini.

Apalagi di sini sering diramaikan oleh kegiatan seni oleh pelajar, mahasiswa dan seniman. Tiap hari, beberapa sanggar tari maupun komunitas seni modern hingga komunitas penggemar tarian K-Pop sering berlatih tari tradisional dan modern di sini. Ada juga komunitas musik modern tradisional dari kalangan pelajar maupun mahasiswa juga kerap berlatih di sini.

Taman Budaya Kalimantan Selatan, tempat berbagai pegelaran kesenian dan budaya

Di sini Anda bisa menyaksikan dan mengetahui langsung seperti apa gerakan tari dan musik tradisional Banjar. Biasanya, mereka mulai ramai saat sore hingga malam.

Di waktu-waktu tertentu di sini juga kerap digelar berbagai pertunjukan seni seperti festival tari, teater modern, teater tradisional Banjar seperti mamanda, tantayungan, japin carita. Lalu ada lagi pertunjukan musik dan stand up comedy oleh para seniman, pelajar dan mahasiswa seni serta komunitas. Di sini juga sering digelar pertunjukan wayang Banjar. Terkadang, para seniman dari Institut Kesenian Jakarta tampil juga di sini.

Para penonton bisa menyaksikan berbagai pertunjukan itu di gedung kesenian yang ada di sana, yaitu Balairung Sari. “Sekarang, UPTD Taman Budaya Kalsel sudah memiliki mobil bioskop keliling sehingga bisa digunakan seperti layar tancap untuk pengunjung. Kami bisa memutar film-film pendidikan dan kalau ada acara kesenian di dalam gedung, yang di luar bisa menontonnya melalui layar mobil bioskop keliling ini,” ungkap Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Drs Sirajudin, M.Ed.

Pertunjukan yang digelar oleh para seniman dan UPTD Taman Budaya Kalsel ini biasanya gratis. Apalagi gedung keseniannya berkapasitas mencapai 200-250 orang. Jika ada pertunjukan, biasanya tempat ini penuh sesak oleh penonton, bahkan hingga ke lorongnya.

Pegelaran kesenian dan budaya di Taman Budaya Kalsel selalu dipadati penonton.

Pertunjukan juga bisa berbayar jika penyelenggaranya adalah para pelajar dan mahasiswa. Biasanya mereka menggelar lomba tari tradisional, teater modern, teater tradisional Banjar seperti mamanda hingga peragaan busana. Bayarannya tak mahal, kisarannya antara Rp 5.000-Rp 10.000 per orang.

Di sini juga galeri lukisan tempatnya para pelukis Kalsel bekerja. Namanya Sanggar Solihin. Tiap hari ada saja pelukis yang mangkal di sini sambil melukis. Lukisan mereka pun biasanya bernuansa lokal Kalimantan seperti kehidupan suku Dayak dan Pasar Terapung.

Jika Anda beruntung, di sini juga bisa ditemui perajin alat musik tradisional Banjar yaitu kuriding. Di sini perajinnya membuat sekaligus mengajari para mahasiswa yang tertarik belajar membuatnya. Jika ada yang tertarik membelinya dijualnya. Sebuahnya Rp 50.000.

Mau mengetahui jadwal pertunjukan seni oleh UPTD Taman Budaya Kalsel ataupun komunitas seni, biasanya ada keterangannya dipampangkan di depan kantor ini sehingga bisa dilihat dari jalan raya. Tempat ini selalu ramai, namun sayangnya secara infrastruktur belum terlalu bagus. Khususnya lagi fasilitas umumnya seperti toilet umumnya dan musalanya yang bisa dikatakan ala kadarnya.

Nah, bagaimana? Tertarik berkunjung kemari? Sambil makan dan minum murah, Anda bisa sekalian mengetahui banyak hal tentang kuliner, kesenian dan kebudayaan lokal Kalimantan Selatan.