Menikmati Kesegaran Gunung Bintan

Majalahteras.com – Keindahan pulau Bintan, membuat terposa siapa saja yang berkunjung ke pulau ini. Begitu pun keindahan Gunung Bintan, dapat menjadi alternative tempat berlibur para pencinta alam.

Gunung Bintan merupakan satu-satunya gunung yang berada di Pulau Bintan. Terletak di Kampung Bekapur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Indonesia.

Gunung Bintan mirip dengan sebuah bukit, karena ketinggiannya hanya sekitar 400 m di atas permukaan laut. Ketinggian gunung ini mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan gunung-gunung yang ada di Pulau Jawa, namun Gunung Bintan mempunyai peran penting bagi masyarakat setempat, yaitu sebagai daya tarik kunjungan wisata dan area resapan air (catchment area).

Gunung yang terletak di tengah-tengah Pulau Bintan dan berjarak sekitar 55 km dari Kota Tanjung Pinang ini juga merupakan kawasan hutan lindung yang di dalamnya terdapat ekosistem khas hutan hujan tropis yang masih terjaga keasliannya, baik aspek flora maupun faunanya.

Para pengunjung akan mendapati banyak hal menarik selama mendaki gunung ini. Gunung yang puncaknya dapat dicapai hanya dalam waktu dua jam dengan berjalan kaki ini menyimpan keindahan panorama alam yang memesona. Dari puncak gunung, pengunjung dapat menikmati keindahan pemandangan di sekeliling Pulau Bintan.

Sebagai kawasan hutan hujan tropis, Gunung Bintan juga menyimpan kekayaan flora dan fauna yang khas. Pengunjung dapat melihat berbagai jenis tumbuhan tropis dan pohon-pohon raksasa yang berfungsi sebagai penyangga (buffer) kawasan hutan dari ancaman erosi. Di kawasan yang juga berfungsi sebagai area resapan hidup beraneka satwa seperti monyet, tupai, ular, pelanduk, berbagai jenis burung, dan sebagainya.

Setelah puas menyisir keindahan alam dari puncak gunung, pengunjung dapat melengkapi perjalanan wisatanya menuju sebuah air terjun yang terletak di kaki gunung. Tempat ini sering digunakan oleh para pengunjung sebagai tempat singgah setelah lelah menyusuri kawasan wisata ini. Tak jarang di antara mereka memanfaatkan air terjun ini sebagai tempat mandi karena kesejukannya dianggap dapat menghilangkan rasa lelah.

Selain itu kawasan di kaki gunung juga dimanfaatkan penduduk setempat sebagai lahan pertanian mereka. Di tempat ini banyak terdapat kebun buah penduduk, seperti durian, rambutan, manggis, duku, dan lain-lain. Jika wisatawan berkunjung tepat pada saat musim buah, wisatawan dapat membeli buah langsung dari petaninya, tentu saja dengan harga yang lebih murah. Selain itu, rasanya juga lebih enak dan segar karena langsung dipetik dari pohonnya.***