Tradisi Sekura, Perang Antar-Kerabat Asal Lampung

LAMPUNG – Topeng merupakan salah satu ragam kesenian yang tidak dapat dipisahkan dari khazanah budaya tradisional Lampung. Seni topeng asli Lampung telah berkembang sejak provinsi paling timur di Pulau Sumatera ini berada di bawah Kesultanan Banten. Secara garis besar, ada beberapa jenis seni topeng yang berkembang di Lampung. Salah satunya adalah tradisi sekura yang berasal dari daerah pesisir barat Lampung.

Sekura merupakan jenis topeng yang digunakan dalam perhelatan pesta sekura. Seseorang dapat disebut ber-sekura ketika sebagian atau seluruh wajahnya tertutup. Penutup wajah dapat berupa topeng dari kayu, kacamata, kain, atau hanya polesan warna. Untuk menambah kemeriahan acara, sekura bisa dipadukan dengan berbagai busana dengan warna-warna meriah atau mencolok.

Pesta sekura merupakan perhelatan rutin yang diadakan oleh masyarakat Kabupaten Lampung Barat. Pesta rakyat ini selalu diadakan ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri. Dalam acara ini, peserta acara diwajibkan mengenakan topeng dengan berbagai karakter dan ekspresi. Pesta sekura merupakan wujud ungkapan rasa syukur dan suka cita menyambut hari yang suci.

Dalam pesta sekura, berbagai kalangan ikut terlibat aktif dan berbaur menjalin kebersamaan. Setiap peserta dapat membawa berbagai makanan yang didapat dari hasil silaturahmi berkeliling dari rumah ke rumah. Makanan ini kemudian disantap secara bersama-sama dengan para peserta lainnya dalam suasana yang hangat. Pesta sekura menjadi ajang silaturahim dan menjalin keakraban antartetangga.

Menurut berbagai sumber, tradisi Sekura lahir sekitar abad ke-9 Masehi. Tradisi ini merupakan bagian sejarah masuknya ajaran dan agama Islam di Lampung. Menurut cerita, pada zaman dulu terjadi perang antarkerabat yang diakibatkan berbeda keyakinan. Makanya, mereka menggunakan sekura saat berperang untuk menutupi wajahnya.

Untuk memeriahkan acara ini, saat ini setiap panitia di kampung menyiapkan aneka perlombaan. Panitia Pesta Sekura Desa Kenali, misalnya, menyediakan sejumlah hadiah yang bisa diperebutkan dalam berbagai lomba, seperti panjat pinang dan berbalas pantun.

Hingga kini, pesta sekura terus dinanti warga Lampung Barat saat Lebaran. Lebaran tanpa sekura bagi mereka tidak akan lengkap. Selain ajang silaturahmi, sekura juga bisa dijadikan destinasi wisata yang dinanti.(Iman)