Dogdog Lojor Alat Musik Tradisional Khas Banten

Dogdog Lojor adalah salah satu alat musik tradisional yang berasal dari daerah selatan. Alat musik satu ini memiliki bentuk seperti bedug, hanya saja memiliki Banten bentuk yang lebih kecil dan memanjang. Dogdog Lojor ini biasanya digunakan untuk mengiringi berbagai acara adat seperti seren taun, ruwatan dan lain-lain.

Asal Mula Dogdog Lojor

Menurut beberapa sumber sejarah yang ada, Dogdog Lojor ini muncul pertama kali dan berkembang di Kabupaten Lebak, Daerah Banten Selatan. Di sana alat musik ini menjadi salah satu pengiring dan bagian dari ritual adat masyarakat setempat seperti seren taun atau ruwatan. Bagi masyarakat Banten khususnya masyarakat baduy, alat musik Dogdog Lojor ini memiliki peran penting dan dianggap sebagai salah satu pusaka kesenian yang mengandung nilai-nilai magis dan sejarah di dalamya.

Alat musik ini dinamakan Dogdog Lojor karena apabila ditabuh akan berbunyi “dog..dog..dog”. Sehingga banyak yang menyebutnya dengan “dogdog”. Sedangkan lojor sendiri dalam bahasa sunda Banten berarti “panjang”, hal tersebut dilihat dari ukuran Dogdog Lojor yang panjangya hampir satu meter. Maka dari itu Dogdog Lojor ini dapat diartikan sebagai “Dogdog Panjang”.

Fungsi Dogdog Lojor

Dogdog lonjor ini biasanya dijadikan sebagai salah satu alat musik pengiring dalam berbagai acara seperti seren taun, ruwatan, syukuran dan acara lainnya. Bagi masyarakat Banten khususnya masyakat baduy, Dogdog Lojor ini menjadi suatu sarana untuk mengungkapan kegembiraan dan rasa syukur mereka. Hal itu terlihat dari bagaimana ekspresi mereka saat memainkan alat musik tersebut di setiap acara yang dilaksanakan. Selain itu Dogdog Lojor juga menjadi bagian dari ungkapan persembahan, bahkan menjadi sarana penolak bala, karena Dogdog Lojor dianggap memiliki nilai magis dan kekuatan spiritual didalamnya.

Bentuk Dogdog lojor

Dogdog Lojor ini bentuknya hampir mirip dengan bedug, hanya saja ukurannya lebih kecil dan lebih panjang. Dogdog Lojor ini terbuat dari kayu bulat dan memanjang, sedangkan pada bagian tengahnya dibuat berongga. Salah satu sisinya ditutup dengan kulit kambing yang sudah dikeringkan. Untuk menutupnya, kulit tersebut direnggangkan dan diikat dengan tali yang terbuat dari bambu. Untuk merenggangkannya harus dengan teliti, karena tingkat kerenggangan kulit tersebut sangat menentukan bunyi yang dihasilkan.

Pertunjukan Dogdog Lojor

Sebagai pengiring acara adat, Dogdog Lojor ini biasanya ditampilkan bersama dengan angklung, pemain Dogdog Lojor biasanya terdiri dari 3 orang pemain. Dalam pertunjukannya, Dogdog Lojor biasanya ditabuh sebagai aba-aba bagi pemain angklung. Saat alunan musik berlangsung, pemain dogdog menabuh dengan saling mengisi suara satu sama lain sehingga menghasilkan suara yang merdu dan enak didengar. Dalam beberapa acara adat, pemain Dogdog Lojor ini wajib dimainkan oleh seseorang yang profesional, karena sifatnya yang sakral sehingga tidak boleh dimainkan sembarangan.

Perkembangan Dogdog Lojor

Dalam perkembangannya, kini Dogdog Lojor tidak hanya digunakan untuk mengiringi acara adat yang bersifat sakral saja, namun juga berbagai acara lain yang bersifat hiburan seperti festival budaya, penyambutan tamu besar dan lain-lain. Selain dijadikan sebagai musik pengiring, Dogdog Lojor ini juga dijadikan sebagai property dalam sebuah pertunjukan tari, salah satunya adalah Tari Dogdog Lojor. Pengembangan ini dilakukan sebagai usaha dalam mempertahankan kesenian tradisional, agar tidak hilang seiring dengan perubahan jaman. Selain itu juga dapat membuat fungsi alat musik dodog lojor semakin ini semakin beragam.(Iman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *