Hari Gizi Nasional Ke-63 Kabupaten Serang; Protein Hewani Cegah Stunting

oleh
oleh -

MAJALAHTERAS.COM – Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan peringatan Hari Gizi Nasional ke-63 pada 25 Januari 2023 dengan mengusung tema “Protein Hewani Cegah Stunting”.

Peringatan Hari Gizi Nasional diisi dengan rangkaian kegiatan talkshow, lomba menu isi piringku dan gerakan edukasi isi piringku di posyandu se-Kabupaten Serang.

Talkshow dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2023 oleh Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat dan Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Serang bekerjasama dengan Radio Megawara. Tema Talkshow sesuai dengan tema Hari Gizi Nasional tahun 2023 yaitu Gizi Seimbang dengan Kaya Protein Hewani.

Sedangkan lomba dan gerakan edukasi isi piringku di posyandu se-Kabupaten Serang dimulai dari tanggal 25 Januari 2023 sampai 25 Februari 2023. Para kader posyandu akan mengikuti lomba menu isi piringku dan melakukan edukasi isi piringku dengan sasaran ibu hamil, ibu menyusui dan balita sesuai jadwal posyandu masing-masing.

Baca Juga  DPRD Banten Setujui Raperda Pertanggungjawaban APBD Provinsi Banten Tahun 2020

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang drg Agus Sukmayadi, pemenuhan gizi pada ibu hamil penting untuk mencegah stunting saat lahir yang sudah 23%. “Kondisi stunting saat lahir dapat terjadi akibat kekurangan gizi dan anemia saat remaja sampai saat kehamilan,” terangnya.

Oleh karena itu kata dr Agus, asupan gizi ibu hamil yang adekuat, sangat penting untuk mencegah ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK) dan anemia agar tidak melahirkan bayi stunting. “Sedangkan gizi ibu menyusui penting untuk memastikan kualitas ASI yang menjadi satu–satunya sumber asupan gizi pada 6 bulan pertama dengan ASI esklusif atau ASI saja yang diberikan on demand. Bayi mendapat inisiasi menyusui dini (IMD) yang merupakan proses sangat penting untuk meningkatkan imunitas bayi karena bayi memperoleh kolustrum yang kaya antibodi.

Baca Juga  MenKopUKM Arahkan Santripreneur Kembangkan Keunggulan Domestik Jadi Lahan Bisnis

“Selain itu, IMD, juga dapat meningkatkan bonding ibu dan bayi,” jelasnya.

Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2019 menunjukkan konsumsi telur, daging, susu dan produk turunannya yang merupakan sumber protein hewani di Indonesia termasuk yang rendah di dunia. Indonesia dengan kekayaan alamnya memiliki potensi sumber daya protein hewani, tetapi konsumsi protein per kapita masih tergolong rendah.

Baca Juga  Plt Ketua TP PKK Bersama Kepala Dinas Kesehatan Hadiri Seminar Kesehatan

Data Susenas 2022 menunjukkan rata-rata konsumsi protein per kapita sehari 62.21 gram (diatas estándar 57 gram), tetapi konsumsi telur dan susu 3.37 gram, daging 4.79 gram dan ikan/udang/cumi/kerang 9.58%. Peningkatan gizi masyarakat pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan protein hewani setiap makan akan mempercepat penurunan stunting. Ayo sukseskan peringatan Hari Gizi Nasional ke-63 dengan menggaungkan Protein Hewani Cegah Stunting. (ADVERTORIAL)