40 Buku Digital PAI Diluncurkan, Kemenag Andalkan Smart PAI Berbasis AI

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Kementerian Agama meluncurkan 40 buku digital Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti yang terintegrasi dengan platform pembelajaran Smart PAI berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Buku-buku tersebut diperuntukkan bagi peserta didik mulai jenjang PAUD hingga SMA/SMK dan SLB, serta mahasiswa perguruan tinggi umum (PTU).

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan transformasi digital menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dunia pendidikan, termasuk pendidikan agama. Menurut dia, perubahan pola belajar generasi muda perlu direspons dengan menghadirkan metode pembelajaran yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kita harus lebih cepat mengikuti perkembangan teknologi. Anak-anak kita sekarang berbeda dengan generasi sebelumnya. Jangan sampai pendidikan agama tertinggal dari cara belajar mereka,” ujar Nasaruddin saat peluncuran buku digital PAI dan Smart PAI di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Platform Smart PAI merupakan ekosistem pembelajaran berbasis web yang mengintegrasikan buku digital, kelas interaktif, bank soal, perpustakaan digital, asesmen pembelajaran, hingga layanan asisten AI. Berbeda dengan layanan AI generatif pada umumnya, asisten AI di Smart PAI hanya mengambil referensi dari 40 buku resmi yang diterbitkan Kementerian Agama sehingga jawaban yang diberikan tetap sesuai dengan kurikulum nasional dan materi yang telah melalui proses validasi akademik.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno mengatakan seluruh buku telah tersedia secara daring dan dapat diakses oleh guru maupun peserta didik di berbagai daerah. Selain membaca buku digital, pengguna juga dapat mengunduh materi, mengerjakan latihan soal, mengikuti aktivitas pembelajaran, serta memanfaatkan fitur asisten AI.

Menurut Amien, digitalisasi pembelajaran tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru. Teknologi, kata dia, berfungsi sebagai sarana pendukung agar guru dapat lebih fokus pada pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai keagamaan.

“Transfer pengetahuan bisa dibantu teknologi. Tetapi transfer nilai tidak akan pernah selesai dan tidak bisa digantikan oleh mesin,” ujarnya.

Selain mengadopsi teknologi digital, buku-buku tersebut juga mengintegrasikan program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi Al-Qur’an peserta didik. Materi TBQ dimasukkan ke dalam elemen Al-Qur’an dan Hadis setelah hasil asesmen menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an masih menjadi tantangan di sejumlah satuan pendidikan.

Kementerian Agama juga memasukkan konsep Kurikulum Cinta yang memuat lima nilai utama, yakni cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu pengetahuan, cinta lingkungan, cinta diri dan sesama, serta cinta tanah air. Selain itu, materi pembelajaran mengadopsi tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter.

Sebanyak 40 buku yang diluncurkan terdiri atas buku PAI dan Budi Pekerti untuk siswa dan guru jenjang SD, SMP, SMA/SMK, SDLB, SMPLB, SMALB, buku pendamping guru PAUD/TK, serta satu buku Pendidikan Agama Islam untuk perguruan tinggi umum.

No More Posts Available.

No more pages to load.