Posyandu Jadi Sorotan Dunia, Indonesia Tunjukkan Praktik Baik Program Imunisasi

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Gavi, the Vaccine Alliance, menyelenggarakan VaxSocial Government Learning Exchange sebagai forum pertukaran pembelajaran antarnegara dalam memperkuat permintaan terhadap imunisasi (demand generation), meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin, serta mengembangkan pendekatan komunikasi digital dan berbasis masyarakat untuk mendukung program imunisasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini menghadirkan delegasi dari Nigeria, India, serta mitra pembangunan global yang melakukan observasi lapangan di Posyandu Kepodang A, wilayah kerja Puskesmas Sukmajaya, Kota Depok. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung praktik baik Indonesia dalam menggerakkan masyarakat melalui Posyandu, tenaga kesehatan, dan kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan primer.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, dr. Indri Yogyaswari, mengatakan bahwa terpilihnya Posyandu Kepodang A sebagai lokasi pembelajaran menunjukkan pengakuan terhadap praktik kolaborasi yang telah dibangun Indonesia dalam meningkatkan cakupan imunisasi.

“Posyandu merupakan jantung pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Disinilah berbagai layanan kesehatan dasar diberikan secara terpadu, mulai dari pemantauan tumbuh kembang anak, pelayanan kesehatan ibu dan anak, edukasi kesehatan, hingga pelayanan imunisasi. Kekuatan Posyandu terletak pada semangat gotong royong dan partisipasi aktif masyarakat,” ujar dr. Indri.

Menurutnya, imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif, aman, dan efisien dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Selain melindungi setiap anak, imunisasi juga membangun kekebalan kelompok (herd immunity) yang melindungi masyarakat secara luas, termasuk mereka yang tidak dapat menerima vaksin karena kondisi medis tertentu.

Namun demikian, tantangan masih dihadapi, mulai dari penyebaran misinformasi, keraguan terhadap vaksin, hingga hambatan akses layanan imunisasi. Karena itu, dr. Indri menekankan pentingnya memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat secara berkelanjutan.

“Kita harus terus menyampaikan informasi yang benar, sederhana, dan mudah dipahami masyarakat dengan penuh kesabaran dan empati. Mari yakinkan setiap orang tua bahwa membawa anak ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap merupakan salah satu bentuk kasih sayang kepada anak agar mereka tumbuh sehat, kuat, dan produktif di masa depan,” katanya.

Ia juga berharap forum Government Learning Exchange menjadi ruang saling belajar antarnegara sehingga berbagai inovasi dan praktik baik dapat diadaptasi untuk memperkuat program imunisasi di masing-masing negara.

Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Depok, Cing Ikah, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kota Depok sebagai lokasi pembelajaran internasional. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Kesehatan, CISDI, tenaga kesehatan, dan kader Posyandu menjadi modal penting dalam meningkatkan cakupan imunisasi.

“Kami berharap tidak ada anak di Kota Depok yang tertinggal imunisasinya. Dengan semangat kolaborasi, kami ingin mewujudkan Depok Zero Dose sehingga seluruh anak memperoleh imunisasi lengkap sebagai bekal menuju Generasi Emas 2045,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kota Depok memiliki sekitar dua juta penduduk dengan 1.083 Posyandu yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Melalui pendampingan yang dilakukan pada sejumlah Posyandu, Pemerintah Kota Depok berharap praktik baik tersebut dapat direplikasi ke seluruh Posyandu sehingga semakin banyak keluarga memperoleh akses terhadap layanan imunisasi berkualitas.

Melalui VaxSocial Government Learning Exchange, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya untuk memperkuat sistem imunisasi melalui pendekatan yang berpusat pada masyarakat. Pengalaman Indonesia dalam membangun kepercayaan terhadap vaksin melalui kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan kemitraan lintas sektor diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara lain, sekaligus memperkaya pembelajaran Indonesia dalam mewujudkan perlindungan kesehatan yang lebih baik bagi seluruh anak.(***)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.