MAJALAHTERAS.COM – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Tgk Mizwar, memilih cara berbeda dalam menyampaikan dakwah. Alih-alih di masjid atau majelis taklim, ia menggelar kajian agama secara rutin di sejumlah kafe di Kota Meulaboh.
Salah satu kegiatan berlangsung di Cafe “Siap Ketua”, Meulaboh, Rabu (5/8/2026). Sekitar 30 perempuan yang tergabung dalam komunitas Wanita Saleha mengikuti kajian agama sambil menikmati suasana kafe. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda pengajian bulanan yang berpindah-pindah lokasi dari satu kafe ke kafe lainnya.
Tgk Mizwar, yang akrab disapa Abu Milenial, mengatakan pemilihan kafe sebagai lokasi kajian merupakan upaya menghadirkan dakwah yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus memanfaatkan ruang publik untuk kegiatan yang bernilai positif.
“Kafe selama ini kerap diasumsikan identik sebagai tempat hura-hura. Namun, kenapa tidak kita coba ubah wajahnya ke arah yang lebih positif, khususnya dalam penerapan sisi syariat?” kata Abu Milenial.
Menurut dia, dakwah tidak harus selalu dilakukan di tempat-tempat yang identik dengan kegiatan keagamaan. Selama pesan yang disampaikan dapat diterima masyarakat, berbagai ruang publik dapat dimanfaatkan sebagai media penyebaran nilai-nilai keagamaan.
Pada kajian kali ini, Abu Milenial mengangkat tema “Balasan Akhirat Bagi Pelaku Maksiat”. Materi disampaikan dengan bahasa yang ringan dan diselingi humor sehingga suasana diskusi berlangsung santai tanpa mengurangi substansi pembahasan.
Ketua pelaksana kegiatan, Dian Soraya, mengatakan pengajian rutin tersebut menjadi wadah bagi anggota komunitas untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah mendapatkan ilmu agama sebagai bekal dalam menjalani kehidupan berumah tangga dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akhirat,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, Tgk Mizwar berharap dakwah dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan menghadirkan suasana belajar agama yang lebih inklusif serta mudah diterima masyarakat.(***)





