mendorong peningkatan kualitas pendidikan

Majalahteras.com – Bai Sunarsih Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Cikedal satu dari dua Perempuan menempati posisi Kepala UPT dilingkungan Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Pandeglang.

Bai Sunarsih dilantik sebagai Kepala UPT Kecamatan Cikedal dan dinobatkan sebagai Srikandi Pendidikan. Dari pengalaman dan mengawali karir pada tahun 1991 Bai dinilai memiliki potensi yang bagus untuk di bidang pendidikan.

Sebelum menjabat sebagai kepala UPT, Sunarsih pernah menjabat sebagai guru pada Sekolah Dasar selama 20 tahun,  selain itu ia pernah menjabat sebagai Penilik PAUD Kecamatan Jiput,penilik keaksaraan ,Kepala UPT SKB ,Kasi PUG BP3AKB. Kabupaten pandeglang Kasi Pemerintahan Kecamatan Carita  kemudian tepatnya pada bulan Januari 2017 dilantik dan menjabat sebagai Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Cikedal eksistansi perempauan yang satu ini menjadi bukti bahwa perempuan memiliki kemampuan memimpin dalam satuan UPT Dinas pendidikan.

Dalam menjalankan tugasnya, Bai memiliki tanggung jawab meningkatkan kualitas mutu pendidikan khususnys Kecamayan Cikedal umumnya di Kabuapaten Pandeglang. Langkah awalnya yaitu pembenahan personil,administrasi, tata ruang kantor kordinasi dengan instansi terkait team work dengan PGRI (KKS,dan KKPS ).

“ Langkah awal untuk memajukan dunia pendidikan yang pertama memmbuat program kerja berdasarkan tupoksi pelaksanaan dan evaluasi di dalam program kerja, pemetaan dan pembinaan sekolah  (gugus) , Sekolah Sehat Sekolah Unggulan, Sekolah Adiwiata (Sekolah hijau),” kata Sunarsih

Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mutu pembelajaran, kata Sunarsih, yang pertama peningkatan kualitas guru karna seorang guru memiliki posisi yang sangat penting dan strategis dalam pengembangan potensi yang dimiliki peserta didik. Pada diri gurulah kejayaan dan keselamatan masa depan bangsa dengan penanaman nilai dasar yang luhur dengan cita-cita pendidikan nasional dengan membentuk pribadi sejahtera lahir dan bathin yang ditempuh melelui pendidikan agama dan pendidikan umum.

“ Menjadi guru profesioana tidak hanya mengauasai atau membaca yang berpedoman pada satu atau beberapa buku saja,guru profesional harus banyak membaca berbagai macam buku untuk menambah bahan materi yang akan disampikan sehingga pendidik tidak akan kekurangan pengetahuan dan informasi yang muncul dan berkembang di masyarakat,” ujarnya

Menurut Sunarsih, ada tiga pendukung terciptanya sekolah ramah anak yaitu keluarga,Sekolah dan msayarakat. Keluarga sebagai pusat pendidkan utama dan pertama bagi anak sebagai fungsi proteksi sekaligus memberi ruang berekpresi dan berkereasi. Sementara sekolah melayani kebuutuhan anak didik khusunya yang termargin dalam pendidikan yang juga meliputi peduli kesehata, gizi dan membantu belajar hidup sehat serta menghargai hak anak dan kesetaraan gender,sebagai motivator pasiltator sekaligus sahabat bagi anak. @JUANDA