Transformasi Pelabuhan Hijau Dinilai Tingkatkan Daya Saing Logistik Nasional

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Sebanyak delapan pelabuhan mengikuti Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, program asesmen yang bertujuan mendorong transformasi pelabuhan menjadi lebih efisien, terdigitalisasi, aman, dan ramah lingkungan. Program ini diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey Group yang terdiri atas PT SUCOFINDO, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), dan PT Surveyor Indonesia.

GSPI ASRI mengintegrasikan prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola pelabuhan yang berkelanjutan dan mendukung efisiensi logistik nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan transformasi menuju Green and Smart Port menjadi faktor penting dalam memperkuat distribusi pangan sekaligus meningkatkan daya saing logistik nasional.

“Pelabuhan adalah simpul strategis distribusi pangan. Transformasi menuju Green and Smart Port akan membuat logistik semakin efisien, biaya lebih kompetitif, sekaligus menghadirkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing dan ketahanan pangan nasional,” kata Zulkifli Hasan.

Sebagai strategic holding BUMN jasa survei, IDSurvey mendapat mandat dari Kemenko Pangan untuk menyusun kerangka kerja dan melaksanakan asesmen berdasarkan Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang mengacu pada regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.

Chief Executive Officer IDSurvey Arisudono Soerono mengatakan meningkatnya jumlah peserta mencerminkan semakin besarnya perhatian operator pelabuhan terhadap penerapan prinsip keberlanjutan.

“Kami berharap hasil asesmen ini mendorong semakin banyak pelabuhan Indonesia menjadi pelabuhan hijau berstandar internasional yang mendukung efisiensi logistik nasional,” ujarnya.

Direktur Utama PT SUCOFINDO Sandry Pasambuna mengatakan perusahaan akan terus mendukung implementasi Green and Smart Port melalui layanan testing, inspection, dan certification (TIC), termasuk penguatan standar, asesmen, dan peningkatan kapasitas pengelola pelabuhan.

Pada pelaksanaan GSPI ASRI 2026, Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Petrokimia Gresik meraih nilai asesmen tertinggi. Posisi berikutnya ditempati PT Pupuk Kalimantan Timur dan PT Krakatau Bandar Samudera.

Penghargaan juga diberikan kepada PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, serta Terminal Petikemas Bitung atas partisipasi dan capaian dalam penerapan prinsip Green and Smart Port.

Usai penyerahan hasil asesmen, Zulkifli Hasan bersama sejumlah menteri menyalurkan bantuan pangan kepada pengemudi ojek daring, nelayan, dan masyarakat sekitar. Penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari kolaborasi dengan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Petrokimia Gresik dalam rangka peringatan hari ulang tahun ke-54 perusahaan.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.