Program Mahasiswa Berdampak Resmi Dimulai, 16.000 Mahasiswa Unesa Siap Mengabdi Selama Empat Bulan

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan di tingkat masyarakat, mulai dari stunting, kemiskinan, penguatan layanan kesehatan, hingga ekonomi desa. Berbagai persoalan tersebut memerlukan akselerasi penyelesaian yang tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah setempat, tetapi juga perlu melibatkan perguruan tinggi melalui penerapan ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menuju Indonesia Emas 2045, pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama. Namun, tantangan stunting dan kemiskinan masih memerlukan perhatian serius serta kolaborasi lintas sektor agar setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional masih berada pada kisaran 19,8%, sementara Provinsi Jawa Timur mencatat prevalensi sekitar 14,7%. Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kemiskinan Jawa Timur pada September 2025 masih sebesar 9,5% atau sekitar 3,8 juta penduduk, yang menunjukkan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Merespons tantangan tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Fauzan, secara resmi melepas lebih dari 16 ribu mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam Kick Off Program Mahasiswa Berdampak Mobilitas Akademik Semester Gasal 2026/2027, Senin (27/7).

“Perguruan tinggi harus menghadirkan solusi atas persoalan-persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Ini juga merupakan momentum para mahasiswa mengalami evolusi, di mana saudara menjadi lebih bermakna bagi masyarakat. Melalui evolusi ini, saudara-saudara sesungguhnya sedang menyiapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan,” tegas Wamen Fauzan.

Wamendiktisaintek menambahkan bahwa Program Mahasiswa Berdampak merupakan bagian dari transformasi tata kelola pendidikan tinggi melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak. Menurutnya, program tersebut dirancang untuk mengubah cara pandang perguruan tinggi agar tidak lagi berada dalam “menara gading”, melainkan menjadi bagian dari entitas sosial yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat sesuai bidang kompetensinya sehingga mampu memahami kebutuhan riil di lapangan sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinannya.

“KKN Tematik, Program Mahasiswa Berdampak menjadi niat kita bersama, terutama niat Kementerian untuk melakukan suatu perubahan mindset tata kelola perguruan tinggi. Apabila selama ini perguruan tinggi berada dalam menara gading, kita berharap perguruan tinggi menyadari bahwa posisinya adalah bagian dari entitas sosial,” tegas Wamen Fauzan.

Dikatakan Rektor Unesa, Nurhasan, pada program tersebut, mahasiswa Unesa akan diterjunkan ke 1.152 mitra di dalam maupun luar negeri selama kurang lebih empat bulan melalui sembilan skema pembelajaran berdampak, termasuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, magang, riset, asistensi mengajar, proyek kemanusiaan, hingga kewirausahaan.

“Sebanyak 16.000 mahasiswa akan berada di lapangan selama kurang lebih empat bulan dengan fokus pada lima pilar utama, yaitu kolaborasi, edukasi, keberlanjutan, dampak terukur, dan pemberdayaan,” jelas Rektor Unesa.

Rektor Unesa juga menjelaskan bahwa program tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memenuhi capaian akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam menyelesaikan persoalan masyarakat dan membangun kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.

Senada dengan hal tersebut, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, salah satu mitra daerah tersebut menyatakan bahwa pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan Program KKN Tematik karena menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan pembangunan di masyarakat. Menurut Bupati Nganjuk, kehadiran ribuan mahasiswa diharapkan dapat memperkuat upaya penyelesaian isu kesehatan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan desa.

“Apa yang mahasiswa lakukan selagi kuliah, salah satunya program KKN Tematik ini, harus ada yang bisa dipertanggungjawabkan untuk diri sendiri dan untuk membantu program-program masyarakat, termasuk program-program pemerintah daerah,” kata Bupati Nganjuk.

Lebih lanjut, Wamendiktisaintek menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), masyarakat, serta media menjadi kunci dalam mempercepat penyelesaian berbagai persoalan pembangunan. Wamen Fauzan menyampaikan bahwa perguruan tinggi harus menjadi motor perubahan yang menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui riset, inovasi, dan pengabdian.

“Program pemerintah daerah tidak mungkin hanya diselesaikan oleh pemerintah tanpa berkolaborasi, maka kampus harus hadir turut serta menyelesaikan itu. Kalau bisa bersinergi secara pentahelix, yakni antara kampus, pemerintah, DUDI, masyarakat, dan media, saya kira akan luar biasa,” ujar Wamen Fauzan.

Pernyataan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto dalam Asta Cita Keempat untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan. Melalui visi tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto terus menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi mitra strategis sekaligus asisten pembangunan daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat melalui pendidikan, riset, dan inovasi. Semangat tersebut diwujudkan melalui kebijakan Diktisaintek Berdampak yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kemdiktisaintek akan terus memperkuat implementasi Program Mahasiswa Berdampak sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi agar mahasiswa memiliki pengalaman belajar yang relevan, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri, serta menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.