ASIED Perkuat Kapasitas Generasi Muda untuk Industri Gim dan Esports

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM — Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) memperkuat upaya pengembangan talenta esports nasional melalui penyelenggaraan National Championships Grand Finale American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED). Ajang tersebut menjadi penutup rangkaian program peningkatan kapasitas generasi muda di subsektor gim yang telah berlangsung selama enam bulan.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan ASIED tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkembang di industri gim dan esports.

“Yang saya sukai dari ASIED adalah program ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang belajar, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan peluang. Melalui workshop, masterclass, hingga kejuaraan ini, peserta memperoleh pengalaman dan keterampilan yang menjadi bekal untuk terus berkembang di masa depan,” ujar Riefky saat membuka Grand Final ASIED di @america, Pacific Place, Jakarta, Jumat (17/7).

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia, American Spaces Indonesia, Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Yayasan Odong Prestasi Indonesia, dan Akademi Garudaku.

Melalui jaringan American Corner di berbagai daerah, ASIED telah menjangkau lebih dari 1.200 peserta melalui workshop dan masterclass. Penyelenggaraan tahun ini juga menjadi bagian dari peringatan 250 tahun Amerika Serikat serta menyambut FIFA World Cup 2026.

Menurut Riefky, pengembangan sumber daya manusia di subsektor gim merupakan bagian dari strategi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Kementerian Ekraf, kata dia, terus memperluas akses ruang belajar, ruang berkarya, dan creative hub bagi generasi muda melalui kolaborasi dengan berbagai mitra.

Ia menilai industri esports kini telah berkembang menjadi bagian dari ekonomi kreatif yang membuka beragam peluang profesi, tidak hanya sebagai atlet, tetapi juga caster, pelatih, kreator konten, penyelenggara turnamen, hingga profesi pendukung lainnya.

“Esports hari ini telah menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif Indonesia. Di dalamnya tidak hanya ada atlet, tetapi juga caster, content creator, coach, event organizer, dan banyak profesi kreatif lainnya yang tumbuh bersama dalam satu ekosistem. Karena itu, kami siap melanjutkan kolaborasi agar semakin banyak talenta muda Indonesia memperoleh kesempatan berkembang,” katanya.

Acting Country Public Affairs Officer Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Abraham Lee, mengatakan ASIED merupakan salah satu bentuk kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat dalam pemberdayaan generasi muda melalui esports.

Menurut Abraham, program tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan di bidang penyelenggaraan acara, operasional gim, penyiaran, desain grafis, pembuatan konten, hingga pemasaran.

“Esports bukan sekadar bermain gim. Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa ekosistem esports membuka berbagai peluang karier di sektor ekonomi kreatif serta mempererat hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia,” ujarnya.

National Championships Grand Finale ASIED berlangsung pada 17–18 Juli 2026. Sejumlah pertandingan yang digelar antara lain final EA SPORTS FC 26 Console, FC Mobile, Celebrity Match, serta Grand Final Shoutcaster Hunt yang menjadi penutup rangkaian program ASIED.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Ekraf didampingi Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Deputi Bidang Kreativitas Media Cecep Rukendi, Direktur Gim Luat Sihombing, serta jajaran Kementerian Ekraf. Acara juga dihadiri perwakilan PB ESI, Yayasan Odong Prestasi Indonesia, Akademi Garudaku, para finalis, dan komunitas esports dari berbagai daerah.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.