SERANG – Teater Kancing Universitas Bina Bangsa -Teater Kancing, Unit Kegiatan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Bina Bangsa, akan menggelar pertunjukan teater berjudul “Juleha”, karya sekaligus disutradarai oleh Dede A. Majid, pada Jumat, 5 Juni 2026, pukul 19.30 WIB, bertempat di Kampus B Universitas Bina Bangsa, Kota Serang, Banten.
Pertunjukan ini mengangkat tema kritik sosial yang berangkat dari kehidupan masyarakat kelas bawah di kawasan Angke, Jakarta. Melalui kisah para perantau asal Banten yang telah lama menetap di ibu kota, “Juleha” menghadirkan potret kehidupan masyarakat pinggiran yang terus berjuang di tengah keterbatasan ekonomi, namun tetap memelihara ingatan, kerinduan, dan percakapan tentang kampung halaman mereka.
Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Bina Bangsa, Desma Yuliadi Saputra, menilai bahwa pertunjukan ini memiliki nilai strategis dalam pengembangan potensi mahasiswa, khususnya dalam bidang sastra dan seni pertunjukan.
“Pertunjukan ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas mahasiswa, tetapi juga sarana penguatan karakter, kepekaan sosial, dan apresiasi sastra. Ketika mereka lulus nanti, pengalaman berkesenian ini diharapkan menjadi bekal untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam kehidupan kesastraan maupun kebudayaan di masyarakat,” ujar Desma.
Pertunjukan “Juleha” juga merupakan bagian dari evaluasi pembelajaran mata kuliah Kajian dan Apresiasi Drama yang diampu oleh Dede A. Majid. Melalui proses penciptaan dan pementasan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori sastra dan drama di ruang kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam proses kreatif dan produksi pertunjukan.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Program Semarak Budaya Komisi X DPR RI melalui Furtasan Ali Yusuf dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (NasDem).
Menurut pihak penyelenggara, dukungan tersebut menjadi energi penting bagi tumbuhnya ekosistem kesenian kampus yang berkelanjutan, sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk menampilkan karya-karya yang berpihak pada isu-isu sosial dan kebudayaan.
Para pemain dan kru dalam pertunjukan ini merupakan mahasiswa semester enam Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Bina Bangsa yang tergabung dalam Teater Kancing. Pementasan ini menjadi bagian dari rangkaian Gelar Sastra “Nyaba Serang”, yang dalam bahasa Sunda berarti “mengunjungi Serang”.
Melalui tajuk tersebut, mahasiswa menghadirkan berbagai gagasan, kritik, dan refleksi mengenai realitas sosial di Banten sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah kelahiran. “Nyaba Serang” menjadi ruang pertemuan antara seni, sastra, dan kesadaran sosial yang tumbuh dari pengalaman masyarakat Banten itu sendiri.
Selain pertunjukan teater “Juleha”, Gelar Sastra “Nyaba Serang” juga akan dimeriahkan oleh penampilan Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Rangkasbitung, tari kreasi dari SMAN 2 Kota Serang, serta pertunjukan tari Jaipongan. Kehadiran berbagai elemen seni tersebut diharapkan mampu menghadirkan perayaan budaya yang tidak hanya semarak, tetapi juga memperkuat posisi sastra dan kesenian sebagai bagian penting dari identitas masyarakat Banten.
Melalui pertunjukan ini, Teater Kancing dan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Bina Bangsa berharap seni pertunjukan dapat menjadi medium pendidikan, kritik sosial, serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang relevan dengan kehidupan masyarakat hari ini.







