MAJALAHTERAS.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan Hartford International University for Religion and Peace (HIU), Amerika Serikat, sepakat memperkuat kerja sama akademik. Kolaborasi mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, seminar internasional, serta pengembangan program akademik.
Kerja sama dua pihak ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam Dinner, Discussion, and MoU Signing di Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri Rektor UIN Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan Din Wahid, M.A., Ph.D., Dekan Fakultas Ushuluddin Prof. Ismaturopi, Ph.D., Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana Prof. Yusuf Rahman, Ph.D., Kepala Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) Prof. Arif Zamhari, M.A., Ph.D., serta Koordinator PLKI Irfan Zamzami, Ph.D.
Dari Hartford International University hadir President Dr. Sherry L. Turner, Ph.D., Dean of Master of Interreligious Studies Dr. Deena Grant, Ph.D., dan Director of Master of Peace-Building Phoebe Milliken.
Dalam kesempatan itu, Prof. Asep Jahar memaparkan perkembangan UIN Jakarta, mulai dari program akademik, penguatan kelembagaan, fasilitas, hingga arah pengembangan universitas. Ia juga menjelaskan pengembangan fasilitas kesehatan UIN Jakarta, termasuk dua rumah sakit sebagai bagian dari penguatan ekosistem pendidikan dan layanan universitas.
Menurut Prof. Asep Jahar, penguatan kerja sama internasional perlu diarahkan pada kolaborasi yang menghasilkan program konkret. Internasionalisasi sendiri diproyeksi bukan semata perluasan jejaring, namun membangun kolaborasi yang menghasilkan manfaat akademik yang nyata.
“Kami ingin kerja sama ini berkembang menjadi pertukaran pengetahuan, riset bersama, mobilitas akademik, dan pengembangan program yang memberikan kontribusi bagi masyarakat global,” ujarnya, Kamis (20/8/2026).
Potensi kerja sama bisa difokuskan pada bidang religious studies, interreligious studies, dan peace-building. Kolaborasi tersebut dapat mencakup pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian bersama, seminar internasional, serta pengembangan program akademik.
Prof. Asep menilai kedua institusi memiliki potensi yang kuat untuk mengembangkan kerja sama di bidang tersebut. “UIN Jakarta memiliki pengalaman panjang dalam kajian Islam dan masyarakat plural, sementara Hartford memiliki kekuatan dalam studi agama dan perdamaian,” katanya.
Penandatanganan MoU menjadi landasan bagi kedua universitas untuk mengembangkan berbagai program kerja sama berdasarkan bidang yang telah disepakati. UIN Jakarta dan Hartford juga berkomitmen agar kerja sama tersebut tidak berhenti pada dokumen formal, tetapi ditindaklanjuti melalui kegiatan akademik yang konkret.
“Yang paling penting setelah MoU adalah implementasi. Kami berharap segera ada program konkret yang mempertemukan dosen dan mahasiswa kedua universitas, memperkuat riset bersama, serta membuka ruang dialog akademik yang lebih luas,” tegas Rektor Asep.(***)





