Kemendikdasmen Luncurkan DigiSkillBadge, Perkuat Rekam Jejak Kompetensi Murid SMK

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Ekosistem DigiSkillBadge sebagai upaya memperkuat dokumentasi dan pengakuan kompetensi murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara digital.

Peluncuran yang dilakukan Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Senin (24/8/2026), menjadi bagian dari upaya mendorong pendidikan vokasi yang lebih selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

DigiSkillBadge dirancang untuk membantu murid SMK mendokumentasikan keterampilan, pengalaman, serta karya yang diperoleh selama proses pembelajaran. Portofolio digital tersebut diharapkan dapat menjadi bukti kompetensi yang lebih mudah ditampilkan dan dikenali oleh dunia usaha dan dunia industri.

Perkembangan teknologi serta perubahan kebutuhan industri membuat lulusan SMK tidak cukup hanya memiliki kompetensi. Mereka juga dituntut mampu menunjukkan bukti atas keterampilan yang dimiliki. Karena itu, rekam jejak digital menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan murid memasuki dunia kerja.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan murid SMK perlu mulai membangun reputasi profesional sejak masih berada di bangku sekolah.

“Anak-anakku, jangan tunggu lulus untuk mulai membangun reputasi profesional. Mulailah sejak sekarang karena setiap proyek, sertifikat, pengalaman magang, dan karya adalah bagian dari cerita tentang siapa kalian dan apa yang mampu kalian lakukan,” ujar Tatang.

Menurut Tatang, dokumentasi kompetensi tidak seharusnya dipandang hanya sebagai urusan administrasi. Rekam jejak digital dapat menjadi penghubung antara proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.

Ia juga mendorong dunia usaha dan dunia industri untuk turut membuka akses bagi murid SMK dalam menunjukkan kemampuan mereka. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pendidikan vokasi mampu menghasilkan talenta yang kompeten, berkarakter, percaya diri, dan siap memasuki dunia kerja.

“Masa depan anak-anak kita jangan hanya dinilai dari apa yang tertulis di atas kertas, tetapi dari apa yang mampu mereka kerjakan, ciptakan, dan kontribusikan. Anak-anak kita bukan kekurangan potensi, namun dunia hanya belum melihat buktinya dan tugas kita membuat kompetensi itu terlihat,” jelas Tatang.

Sementara itu, Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo Khurniawan, mengatakan peluncuran DigiSkillBadge menjadi momentum untuk mengubah cara pendokumentasian capaian murid SMK. Dokumentasi kompetensi diarahkan tidak lagi sekadar berbentuk dokumen administratif, tetapi menjadi rekam jejak berbasis bukti yang dapat ditampilkan secara digital.

“DigiSkillBadge adalah jawaban untuk mewadahi kompetensi dan portofolio murid SMK yang dapat dibuktikan, dipercaya, dan dapat dilihat. Tujuan dari ekosistem ini adalah membuat kompetensi terlihat, terpercaya, bisa dibawa ke mana saja, dan terhubung dengan industri. Kami harap murid SMK memiliki rekam jejak yang nyata yang dimulai sejak kelas X,” kata Arie.

Arie menjelaskan, DigiSkillBadge bukan merupakan aplikasi baru, melainkan ekosistem yang mengintegrasikan berbagai platform yang telah dimiliki. Ekosistem tersebut mencakup profil kompetensi, kredensial mikro, bukti atau evidence, serta portofolio kompetensi murid.

Melalui sistem tersebut, setiap keterampilan dan karya murid diharapkan memiliki bukti yang dapat diverifikasi. Dengan demikian, capaian pembelajaran tidak berhenti sebagai catatan akademik, tetapi dapat menjadi bagian dari rekam jejak kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

“Melalui DigiSkillBadge kita sedang membangun ekosistem agar setiap keterampilan anak SMK memiliki bukti, setiap bukti dapat diverifikasi, dan setiap kompetensi memiliki jalan menuju masa depan. Setiap keterampilan memiliki bukti, setiap karya memiliki cerita, dan setiap capaian memiliki rekam jejak,” pungkas Arie.

No More Posts Available.

No more pages to load.