MAJALAHTERAS.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia di ajang internasional. Tim Indonesia meraih dua medali emas, satu medali perunggu, serta honorable mention dalam kategori poster presentation pada International Geography Olympiad (iGeo) 2026 di Istanbul, Turki.
Kompetisi tersebut berlangsung pada 11 hingga 17 Agustus 2026 dan diikuti 184 peserta dari 50 negara. Torehan tersebut menjadi salah satu prestasi pelajar Indonesia dalam momentum peringatan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengapresiasi capaian para pelajar Indonesia. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para pembina, sekolah, dan orang tua yang turut mendukung proses persiapan tim.
“Selamat untuk adik-adik yang telah memberikan kado terbaik di bulan kemerdekaan. Terima kasih kepada para pembina, sekolah, dan orang tua yang juga menguatkan sehingga meraih dua medali emas, satu medali perunggu, dan honorable mention poster presentation,” ujar Irene.
Dua medali emas masing-masing diraih Kaleb Lash Elnathan Naibaho dari SMA Labschool Kebayoran, DKI Jakarta, dan Rafif Adinata Ramadhan dari MAN 1 Pekanbaru, Riau.
Sementara itu, medali perunggu diraih Arkha Enzi Anagi yang juga berasal dari SMA Labschool Kebayoran. Tim Indonesia turut memperoleh honorable mention dalam kategori poster presentation melalui karya berjudul “The Ronda System: The Indonesian Tradition to Keep Communities Safe.”
Keempat pelajar yang mewakili Indonesia sebelumnya merupakan peraih medali Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Geografi. Mereka kemudian mengikuti rangkaian pembinaan dan seleksi yang dilakukan Puspresnas Kemendikdasmen sebelum ditetapkan sebagai bagian dari tim Indonesia untuk iGeo 2026.
Dalam persiapannya, para peserta mendapat pendampingan dari tim pembina, yakni Dewayany dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Asri Oktavioni Indraswari dari Universitas Indonesia (UI).
Dewayany mengatakan capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan talenta yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan mampu mengantarkan pelajar Indonesia bersaing di tingkat global.
“Alhamdulillah, capaian ini menjadi bukti bahwa murid Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus hasil dari proses pembinaan yang panjang dan berjenjang,” ujarnya.
International Geography Olympiad merupakan kompetisi geografi tingkat internasional yang digelar setiap tahun bagi siswa sekolah menengah atas. Pada penyelenggaraan 2026 di Istanbul, Turki, kompetisi tersebut mempertemukan peserta dari berbagai negara untuk menguji kemampuan mereka dalam bidang geografi.





