Napi Lapas Cilegon Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis ke 2

oleh
oleh -
Napi Lapas Cilegon Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19 Dosis ke 2

MAJALAHERAS.COM- Lapas Kelas IIA Cilegon melanjutkan Vaksinasi Massal Covid-19 Dosis Ke – 2 bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan. Sebelumnya Dosis Pertama dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2021 dengan tujuan untuk membentuk herd immunity (perlindungan kekebalan kelompok terhadap penyakit menular) di masa pandemi. Rabu (22/09/2021).

Bertempat di Lapangan Utama Lapas Cilegon, Jumlah peserta yang terdaftar di P-care (primary care: fasilitas pelayanan kesehatan yang memberikan pelayanan vaksinasi COVID-19) sebanyak 1303 orang, yang dilakukan penundaan vaksinasi 75 orang dan yang dilaksanakan vaksinasi sebanyak 1228 orang.

Baca Juga  Tak Disangka, Ini Yang Dilakukan Narapidana di Lapas Cilegon

Rangkaian kegiatan vaksinasi massal meliputi pendaftaran, screening, vaksinasi, dan observasi.

Kepala Lapas Cilegon Erry Taruna DS Mengatakan bahwa Pelaksananya terdiri dari 90 tenaga kesehatan yg berasal dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Puskesmas Citangkil, Puskesmas Cibeber, Puskesmas Purwakarta, Puskesmas Ciwandan, Klinik Afina, Klinik Bapelkes, RS Kurnia, RSIA Mutiara Bunda, Dokkes Polres Cilegon, Balai Pengobatan Pangkalan Angkatan Laut dan Tenaga Kesehatan Lapas Kelas IIA Cilegon.

Baca Juga  Tinjau Kampung Bersinar, BNN Provinsi Banten Apresiasi Pelaksanaan P4GN Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang

“Sementara itu, untuk Penguatan pengamanan vaksinasi bagi warga binaan Lapas Cilegon selain dari Jajaran Pengamanan Lapas Cilegon dibantu oleh 50 Personil Polres Cilegon (turut hadir Kapolsek Cibeber dan Kasat Sabhara mewakili Kapolres, serta 2 personil Koramil 2301 Cilegon mendampingi hingga acara selesai),” ujarnya.

Turut hadir Kasubid Registrasi, Informasi dan Komunikasi Kanwil Hukum dan Ham Banten Adang Riswandi beserta Jajaran memonitor kegiatan vaksinasi.

Baca Juga  Aksi Sosial, Polsek Menes Bedah Rumah Guru Ngaji

Erry menambahkan bahwa untuk Peserta yang dilakukan Penundaan vaksinasi dikarenakan memiliki penyakit hipertensi, demam, penyakit jantung, hepatitis dan penyakit hyperthyroid.

“Dalam pelaksanaan Vaksin kali ini, Tidak ditemukan kasus KIPI (kejadian ikutan pasca imunisasi atau efek samping yang berat) setelah dilakukan observasi di lapangan,” tandasnya. (Dede).