Mendagri Serukan Semangat Kepahlawanan

oleh
oleh -

MAJALAHTERAS.COM-Mendagri Tjahjo Kumolo di sela – sela kunjungan kerja menghadiri undangan FISIP Universitas Udayana Bali sebagai pembicara Seminar Nasional Masa Depan Kedaulatan Rakyat Indonesia, Supremasi Hukum dan Akuntansi Publik, menyampaikan dan menyerukan untuk selalu mengenang dang menghormati jasa – jasa para pahlawan yang bertepatan dengan hari ini sabtu, (10/10/2018).

“Bung Karno pernah menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. Kalimat singkat dari Bung Karno ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi kita semua. Tanpa pengorbanan dan perjuangan para pahlawan dan perintis kemerdekaan, tidak akan ada gagasan besar untuk mendirikan sebuah negara yang bernama Republik Indonesia,” ujar Tjahjo.

Baca Juga  Lapas Perempuan Tangerang ikuti Monev IKPA TW. I TA. 2022 dan penyerahan Piagam Penghargaan Secara Virtual

Lebih lanjut, Tjahjo menyerukan kepada jajaran pemerintahan mulai Pusat, pemerintah daerah, kecamatan, kelurahan sampai desa memperingatinya, memasang spanduk, dan atribut lainnya untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan.

“Walaupun hari ini hari libur yang bertepatan dengan dengan tanggal 10 November semua jajaran pemerintahan memperingati dan mengenang jasa para pahlawan. Apa yang kita lakukan saat ini tidak ada artinya dibandingan dengan pengorbanan para pejuang pendahulu kita,” pungkasnya.

Baca Juga  IDAI: Vaksinasi Covid-19 Umur 6-11 Tahun Itu Penting!

Republik Indonesia yang berdiri atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa ini dapat kita terus nikmati kemerdekaannya karena para pahlawan pendahulu kita mengajarkan kepada kita keteladanan akan rela berkorban. BungKarno mengingatkan berkalFkali dalam berbagai pidatonya, bahwa kehidupanbernegara Republik indonesia ini hanya bisa terwujud dan menjadi lebih baik dan maju kalau kita semua mau berkorban, mau memberi dan mau mengabdikan hidup untuk merawatnya.

Baca Juga  Rutan Serang di Tinjau Wakil Menteri Hukum dan HAM RI

“Anugerah terindah yang telah para pahlawan ciptakan untuk kami generasi penerus bangsa yang baru, dan akan tetap sama sampai saat ini,” serunya.

“Nasionalisme itu ialah suatu itikad, suatu keinsyafan rakyat bahwa rakyat itu ada satu golongan, satu bangsa. Terima Kasih Para Pahlawan kami tidak mampu membalas jasa dan pengorbananmu,” pungkas Tjahjo.(rls/iman).