Konsisten Berprestasi, Talenta Muda Indonesia Raih Empat Medali di IOAI 2026

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Menjelang momen Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, talenta muda Indonesia kembali mengukir prestasi di panggung internasional. Pada ajang International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) ke-3 yang berlangsung di Astana, Kazakhstan, 2 s.d. 8 Agustus 2026, murid Indonesia berhasil prestasi dengan meraih satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

Prestasi tersebut diraih oleh empat murid Indonesia yang berkompetisi bersama lebih dari 400 peserta dari 106 negara di ajang IOAI 2026. Medali emas diraih oleh Luvidi Pranawa Alghari dari SMAS Pribadi Beji, Jawa Barat. Sementara itu, Matthew Hutama Pramana dari SMAS Kolese Loyola Semarang, Jawa Tengah dan Nicholas Ardi Tirta dari SMA Santa Laurensia Alam Sutera, Banten masing-masing meraih medali perak. Adapun medali perunggu diraih oleh Avner Maxwell Lim dari BTB School Pluit, DKI Jakarta.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada delegasi Indonesia yang telah meraih prestasi membanggakan pada ajang internasional tersebut.

“Selamat kepada seluruh delegasi Indonesia atas capaian yang membanggakan pada IOAI 2026. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para murid, pembina, pendamping, sekolah, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembinaan talenta secara berkelanjutan,” ujar Irene.

Menurut Irene, capaian prestasi di IOAI 2026 menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki talenta muda yang mampu bersaing dalam bidang kecerdasan artifisial yang berkembang sangat pesat.

“Di tengah perkembangan kecerdasan artifisial yang semakin cepat, kemampuan untuk memahami, mengembangkan, dan memanfaatkannya secara bertanggung jawab menjadi semakin penting. Karena itu, prestasi para murid Indonesia pada IOAI menjadi motivasi bagi para murid di Indonesia untuk terus mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan berpikir komputasional,” tutur Irene.

Prestasi gemilang di IOAI 2026 melanjutkan catatan positif Indonesia dalam kompetisi kecerdasan artifisial tingkat internasional. Pada keikutsertaan Indonesia sebelumnya di IOAI 2025 di Beijing, Tiongkok, delegasi Indonesia turut berhasil meraih empat medali yang terdiri atas tiga medali perak dan satu medali perunggu.

Konsistens ini tidak terlepas dari proses pembinaan talenta yang dilakukan secara berjenjang oleh Kemendikdasmen melalui Puspresnas. Sebelumnya, Kemendikdasmen juga telah memperluas ruang pengembangan talenta kecerdasan artifisial melalui Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dan Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jenjang Pendidikan Menengah 2026. Peserta yang lolos dari rangkaian seleksi EKKA OSN selanjutnya memiliki kesempatan untuk mengikuti proses seleksi dan pembinaan menuju IOAI.**

No More Posts Available.

No more pages to load.