MAJALAHTERAS.COM – Kabar prestasi hadir dari Pesantren Al-Hamidiyah. Alumni Madrasah Aliyah (MA) Pesantren Al-Hamidiyah, Muhammad Al-Fatih Paramayodha dan Ahza Al Hadhori, lolos seleksi Perguruan Tinggi Luar Negeri (PTLN) 2026 melalui jalur beasiswa penuh (fully-funded). Keduanya berkesempatan melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi internasional.
Muhammad Al-Fatih Paramayodha diterima di Deakin Lancaster University Indonesia (DLI) yang merupakan kampus cabang gabungan (joint branch campus) antara Deakin University dari Australia, Lancaster University dari Inggris (UK), dan pemerintah Indonesia. Dia diterima pada program S1 Bachelor of Commerce/BSc (Hons) Business Management. Kesempatan tersebut diraih melalui program beasiswa Fully-Funded BIB dan skema Double Degree LPDP Kementerian Agama.
Sementara itu, Ahza Al Hadhori lolos ke Astana IT University, Kazakhstan. Dia akan menempuh program S1 Media Technology melalui program beasiswa Fully-Funded Pemerintah Republik Kazakhstan.
Prestasi kedua santri ini menambah deretan kiprah para alumni Pesantren Al-Hamidiyah yang berhasil melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri. Salah satunya adalah Rasya Azkia, santriwati Pesantren Al-Hamidiyah yang berhasil diterima di University of Canterbury, Selandia Baru, pada jurusan Biological Science, serta Massey University, Selandia Baru, pada jurusan Science – Molecular Cell.
“Keberhasilan para alumni tersebut menjadi bukti bahwa Pesantren Al-Hamidiyah memiliki komitmen tinggi untuk memadukan penguasaan ilmu-ilmu keislaman klasik khas pesantren yang bersumber dari kitab-kitab para ulama, dengan kebutuhan santri untuk dapat melanjutkan pendidikan formil di berbagai jenjang pendidikan tinggi, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional,” terang Kepala Pengasuh Pesantren Al-Hamidiyah, Prof. KH. Oman Fathurahman, di Depok, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, pencapaian Al-Fatih, Ahza, Rasya, serta para santri Pesantren Al-Hamidiyah tentu tidak diraih secara instan. Selain bekal mental-spiritual dari guru dan kyai, persiapan akademik, kedisiplinan, keberanian mengikuti berbagai proses seleksi, serta dukungan dari lingkungan pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka hingga berhasil memperoleh kesempatan belajar di kampus internasional.
Prof. Oman Fathurahman mengatakan bahwa keberhasilan para santri lulusan Pesantren Al-Hamidiyah merupakan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, sekaligus mrndakwahkan nilai-nilai luhur pendidikan pesantren ke lingkungan global.
“Keberhasilan para santri Pesantren Al-Hamidiyah juga menunjukkan pentingnya membangun mental tangguh dan mandiri yang mendorong peserta didik untuk mengenali potensi diri dan berani mengambil kesempatan. Pesantren tidak hanya menjadi tempat untuk memperdalam ilmu keagamaan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan, karakter, dan wawasan global,” papar Kyai Oman.
Prestasi Al-Fatih, Ahza, dan Rasya menjadi inspirasi bagi generasi santri berikutnya untuk terus berani bermimpi, mempersiapkan diri, dan mengambil kesempatan untuk melangkah lebih jauh. Budaya mandiri yang ditanamkan di pesantren, menjadi bekal tumbuhnya kepercayaan diri yang tinggi pada santri.





