MAJALAHTERAS.COM – Kementerian Kehutanan melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM), terus mendorong penguatan peran generasi muda dalam pengembangan usaha kehutanan berbasis Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Salah satunya melalui kegiatan “Fasilitasi Alat Produksi Wirausaha Kreatif untuk Penguatan Program Hilirisasi Produk dan Digitalisasi Pemasaran Kopi” yang dilaksanakan di Balai P2SDM Wilayah IV Kadipaten, Jawa Barat, Minggu (24/8).
Peserta dari kegiatan ini merupakan pengurus dan/atau anggota Kelompok Tani Hutan (KTH), binaan Balai P2SDM Wilayah IV Kadipaten Provinsi Jawa Barat, dan binaan Cabag Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah VIII Majalengka, dan CDK Wilayah IX Sumedang. Kegiatan turut mendapat dukungan dan dihadiri perangkat daerah terkait, yaitu dinas yang membidangi kepemudaan di Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Majalengka, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Majalengka. Keterlibatan lintas sektor ini diharapkan memperkuat ekosistem pendampingan bagi wirausaha muda kehutanan, mulai dari peningkatan kapasitas, penguatan kelembagaan dan perizinan usaha, hingga pengembangan produk dan akses pasar.
Kepala Balai P2SDM Wilayah IV, Anis Alianti, menyambut baik dukungan Pusgenri dalam meningkatkan kapasitas sekaligus memberikan fasilitasi alat produksi kepada generasi muda pelaku usaha kopi. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi peluang untuk mendorong generasi muda agar tidak berhenti pada produksi bahan mentah, tetapi mampu mengembangkan produk bernilai tambah dan memperluas pasar.
“Potensi kopi di wilayah ini sangat besar dan generasi muda harus mengambil peran lebih kuat dalam pengembangannya. Dengan peningkatan kapasitas dan dukungan alat produksi ini, kami berharap mereka mampu mengolah kopi menjadi produk yang lebih berkualitas, membangun merek sendiri, serta memanfaatkan pemasaran digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Balai P2SDM Wilayah IV siap terus mendampingi proses tersebut,” ujar Anis.
Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan, Luckmi Purwandari, menyampaikan bahwa kopi merupakan komoditas strategis Hasil Hutan Bukan Kayu yang dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat di sekitar hutan.
“Fasilitasi alat produksi ini adalah langkah nyata kami untuk mendorong hilirisasi produk Hasil Hutan Bukan Kayu. Kami tidak ingin kopi hanya dijual dalam bentuk biji saja. Kami dorong hilirisasi produk kopi sampai ke kopi roasting, packaging dan branding yang menarik sampai ke digital marketing. Generasi muda harus jadi penggeraknya,” tegas Luckmi.
Pada kegiatan ini dilaksanakan juga peningkatan kapasitas bagi peserta dengan materi kewirausahaan kreatif kehutanan, pengembangan kelembagaan, pengembangan usaha, jenis-jenis dan proses perijinan usaha, praktek pembuatan Nomor Izin Usaha (NIB), serta pengenalan dan praktek penggunaan alat-alat fasilitasi sesuai dengan SOP.
“Fasilitasi berupa alat produksi ini hanyalah sebuah pemantik. Penggerak utamanya adalah komitmen, sinergi, kreativitas, jejaring, dan kerja keras kalian semua. Jadilah motor penggerak ekonomi daerah. Buktikan bahwa menjadi wirausaha muda Hasil Hutan Bukan Kayu adalah pilihan profesi yang membanggakan” sambung Luckmi.
Fasilitasi Alat Wirausaha Kreatif Kehutanan yang diberikan oleh Pusgenri kepada peserta berupa mesin grinder sebanyak 2 unit, mesin espresso sebanyak 2 unit, mesin huller sebanyak 1 unit, mesin pulper 3 unit, dan peralatan moisture meter sebanyak 1 unit.
Setelah penyerahan alat-alat fasilitasi tersebut, dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) dan para peserta generasi muda binaan Balai P2SDM Wilayah IV Kadipaten, CDK Wilayah VIII Majalengka dan CDK Wilayah IX Sumedang.
Dengan adanya fasilitasi ini, diharapkan produktivitas dan nilai tambah kopi meningkat, serta dapat memperluas jangkauan pasar hingga tingkat nasional dan global.
Kegiatan ini mendukung dan sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memperkuat ekonomi hijau dan peran generasi muda sebagai Generasi Pelestari Hutan. Pusgenri melalui Bidang Pembinaan Kewirausahaan Kreatif Kehutanan berkomitmen untuk terus mendampingi hingga produk siap tembus pasar digital.





