Kemenhut Ajak 60 Genries Belajar Konservasi Gajah Sumatera di PLG Saree

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) mengajak 60 peserta Forest Youthverse (FYV) Resilience Aceh 2026 mengikuti Action Day di Pusat Latihan Gajah (PLG) Saree, Aceh Besar, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai konservasi gajah Sumatera dan pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia dengan satwa liar.

Dalam kegiatan tersebut, para Generasi Pelestari Hutan (Genries) berinteraksi langsung dengan gajah Sumatera bernama Yuyun. Didampingi para mahout, peserta mempelajari karakter gajah, kebutuhan pakan, perilaku, kesehatan, hingga pola perawatan yang menjadi bagian penting dari pengelolaan satwa.

Kepala Pusgenri, Luckmi Purwandari, mengatakan Action Day dirancang agar generasi muda tidak hanya memahami konservasi melalui teori, tetapi juga menyaksikan praktik pelestarian di lapangan.

“Menjaga satwa tidak dapat dipisahkan dari menjaga hutannya. Ketika habitat terjaga, kita juga menjaga keseimbangan ekosistem yang menopang kehidupan manusia,” ujarnya.

Aceh memiliki peran strategis dalam konservasi karena kawasan Ekosistem Leuser menjadi satu-satunya habitat empat satwa kunci, yaitu gajah Sumatera, harimau Sumatera, badak Sumatera, dan orangutan Sumatera.

Salah seorang peserta asal Aceh, Arya Alfarisi, mengaku pengalaman bertemu langsung dengan Yuyun memberikan pemahaman baru tentang besarnya tanggung jawab dalam menjaga kelestarian gajah.

Sementara itu, mahout Yuyun, Mouludin, menjelaskan setiap gajah memiliki karakter yang berbeda sehingga perawatan harus dilakukan dengan kesabaran, pengetahuan, dan hubungan yang dibangun secara konsisten setiap hari.

Selain mengenal perilaku dan kesejahteraan gajah, peserta juga mempelajari pentingnya koridor satwa, perlindungan habitat, serta upaya penanganan konflik manusia dan gajah melalui pendekatan Conservation Response Unit (CRU) yang dikembangkan BKSDA Aceh.

Melalui rangkaian Forest Youthverse Resilience Aceh 2026, Kemenhut berharap generasi muda tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi mampu menghadirkan kolaborasi dan aksi nyata untuk menjaga hutan sebagai rumah bagi satwa liar dan kehidupan manusia secara berkelanjutan.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.