Kab. Teluk Bintuni, Papua Barat, 29 Mei 2026 — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang merata hingga ke wilayah timur Indonesia. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui percepatan program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang ditujukan untuk memastikan anak-anak Papua memperoleh akses belajar yang layak, aman, dan setara dengan daerah lain di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan rampungnya revitalisasi 10 satuan pendidikan penerima bantuan tahun anggaran 2025 dengan total nilai mencapai Rp17,5 miliar. Seluruh pekerjaan fisik dilaporkan telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.
Peresmian dipusatkan di SMP Negeri 2 Manimeri, salah satu sekolah penerima manfaat terbesar di Teluk Bintuni dengan nilai revitalisasi mencapai Rp2,62 miliar. Program ini mencakup pembangunan dan rehabilitasi berbagai fasilitas pendidikan, mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang UKS, hingga fasilitas sanitasi sekolah.
Dalam sambutannya, Mendikdasmen menegaskan bahwa revitalisasi satuan pendidikan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam menghadirkan keadilan pendidikan, khususnya di wilayah dengan tantangan akses yang tinggi.
“Kehadiran fasilitas yang lebih baik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik maupun tenaga pendidik,” ujarnya.
Sementara itu, apresiasi juga datang dari pihak sekolah. Kepala SMP Negeri 2 Manimeri, Floriba Hurim, menyampaikan bahwa revitalisasi membawa perubahan signifikan terhadap kualitas lingkungan belajar di sekolahnya.
“Sekolah kini jauh lebih layak dan nyaman. Ini sangat membantu proses belajar mengajar kami sehari-hari,” ungkapnya.
Testimoni haru juga disampaikan oleh siswi SMP Harmoni School Terpadu Bintuni, Starla Rozario Kanem Manibuy. Ia menyebut bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap masa depan pendidikan anak-anak Papua.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri. Ini bukan hanya bangunan, tetapi wujud kepedulian dan kasih sayang kepada kami. Kami merasa diperhatikan dan memiliki kesempatan yang sama untuk belajar,” tuturnya.
Program revitalisasi ini memberikan dampak langsung bagi berbagai sekolah, termasuk perbaikan ruang administrasi, ruang UKS, perpustakaan, hingga laboratorium yang lebih modern dan representatif.
Kegiatan peresmian ditutup dengan penandatanganan prasasti serta dialog hangat antara Mendikdasmen, para kepala sekolah, guru, dan perwakilan siswa. Momen tersebut menjadi simbol penguatan komitmen bersama dalam membangun masa depan pendidikan di Tanah Papua yang lebih inklusif dan berkeadilan.







