Kemendikdasmen Apresiasi Dukungan Bengkayang untuk Guru di Wilayah Terpencil

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Persoalan kekurangan guru dan sulitnya akses pengembangan kompetensi masih menjadi tantangan bagi pendidik di sejumlah wilayah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kondisi geografis yang membentang dari kawasan pesisir dan kepulauan hingga pedalaman dan pegunungan membuat pemerataan layanan pendidikan tidak selalu mudah.

Persoalan itu mengemuka dalam sarasehan “Gembira Bergerak: Sarasehan Pendidik untuk Negeri” yang mempertemukan guru dari jenjang PAUD hingga SMA di Aula Rangkaya, Kantor Bupati Bengkayang, Rabu, 12 Agustus 2026.

Dalam forum tersebut, para guru tidak hanya berbagi pengalaman mengenai pembelajaran di daerah dengan akses geografis yang menantang, tetapi juga menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani.

Salah satu persoalan yang disampaikan adalah kekurangan guru. Wiyono, guru SMAN 1 Sanggau Ledo, mengatakan keterbatasan tenaga pendidik membuat beban mengajar guru yang ada semakin besar.

“Kami berharap ke depan kuota pengangkatan guru dapat ditambah, karena masih banyak kekurangan guru sehingga beban dan jam mengajar kami sudah cukup penuh,” ujar Wiyono.

Menurut dia, kesempatan bertemu langsung dengan pejabat Kemendikdasmen menjadi ruang bagi guru di daerah untuk menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi.

Persoalan lain datang dari guru yang bertugas di wilayah pedalaman. Ade Ariyanto, guru SMPN 4 Siding, berharap pemerintah mempertimbangkan kondisi khusus guru yang bekerja di daerah dengan akses terbatas.

Ia mengusulkan agar pelatihan guru tidak selalu terpusat di wilayah yang mudah dijangkau. Pelatihan, menurut dia, perlu lebih sering dilaksanakan langsung di sekolah-sekolah pedalaman.

“Kami berharap ada kebijakan khusus bagi guru yang bertugas di daerah terpencil dan pedalaman, termasuk program pelatihan yang bisa dilaksanakan langsung di sekolah-sekolah pedalaman,” kata Ade.

Sementara itu, Paulina Rette, guru SDN 15 Melayang, menyoroti aspek lain yang tak kalah penting, yakni kesejahteraan dan perlindungan guru.

Menurut Paulina, dukungan tersebut diperlukan agar guru dapat menjalankan tugas secara profesional, terutama mereka yang bekerja di wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan akses.

“Kami sangat senang bisa bertemu dan berdiskusi langsung. Harapan kami, pemerintah semakin memperhatikan kesejahteraan dan perlindungan guru,” ujar Paulina.

Dukungan pemerintah daerah

Direktur Jenderal GTK Nunuk Suryani mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bengkayang yang dinilai terus mendukung pengembangan kompetensi pendidik. Ia mengatakan pertemuan dengan guru di daerah memberikan kesempatan bagi pemerintah pusat untuk melihat secara langsung pelaksanaan berbagai program pendidikan.

“Terima kasih kepada Pemkab Bengkayang. Pertemuan kita pada hari ini memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung implementasi berbagai program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di daerah,” kata Nunuk.

Menurut Nunuk, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting agar program peningkatan kompetensi guru dapat menjangkau satuan pendidikan, termasuk sekolah yang berada di wilayah dengan kondisi geografis yang sulit.

Ia menyebut pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (PM) dan dukungan terhadap program Teacher Training Nusantara sebagai bagian dari upaya tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkayang Yustianus mengatakan pemerintah daerah berupaya menerapkan kebijakan pemerintah pusat dengan menyesuaikannya dengan kebutuhan daerah.

“Berbagai kebijakan pemerintah pusat terkait guru telah diimplementasikan di Kabupaten Bengkayang dengan menyesuaikan ketentuan dan kebutuhan daerah,” ujar Yustianus.

Pemkab Bengkayang juga mendorong peningkatan kompetensi pendidik melalui berbagai program pelatihan serta memberikan ruang pengembangan karier melalui manajemen talenta.

Tantangan pemerataan

Bengkayang memiliki karakter wilayah yang beragam, dari kawasan pesisir dan kepulauan hingga daerah pedalaman dan pegunungan. Kondisi tersebut membuat persoalan pemerataan pendidikan tidak berhenti pada ketersediaan guru, tetapi juga menyangkut akses terhadap pelatihan, pengembangan kompetensi, dan dukungan bagi pendidik yang bertugas di wilayah terpencil.

Sarasehan tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan guru di daerah tidak selalu sama. Di satu sisi, sekolah masih membutuhkan tambahan tenaga pendidik. Di sisi lain, guru yang sudah bertugas membutuhkan akses pengembangan kompetensi serta dukungan kesejahteraan dan perlindungan.

Kemendikdasmen menilai dukungan pemerintah daerah menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan program pendidikan dapat menjangkau lebih banyak guru dan satuan pendidikan.

Kolaborasi pemerintah pusat dan daerah diharapkan tidak hanya memperluas pelaksanaan program, tetapi juga membuat kebijakan lebih dekat dengan kondisi nyata yang dihadapi guru. Dengan begitu, jarak dan kondisi geografis tidak menjadi alasan bagi guru di wilayah terpencil untuk tertinggal dalam memperoleh kesempatan pengembangan profesional.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.