MAJALAHTERAS.COM – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Pesta Rakyat yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, dan Bundaran HI pada 17 Agustus 2026 juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.
Sebanyak 1.200 UMKM dilibatkan dalam rangkaian Pesta Rakyat yang disiapkan untuk menyambut sekitar 600.000 masyarakat. Para pelaku usaha tersebut telah melalui proses kurasi dan pendampingan sebelum ikut dalam acara.
Sekretaris Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Loto Srinaita Ginting, yang juga Ketua Panitia Bidang Pesta Rakyat, mengatakan keterlibatan UMKM dirancang bukan sekadar sebagai pelengkap acara kemerdekaan.
“Bagi kami, kehadiran UMKM dalam Pesta Rakyat mampu menciptakan perputaran ekonomi yang memberikan manfaat bagi pemilik usaha sekaligus masyarakat,” ujar Loto.
Salah satu bentuk keterlibatan itu adalah penyediaan kuliner Nusantara secara gratis bagi pengunjung. Setiap UMKM akan menyiapkan 500 paket makanan dan minuman.
Nilai makanan yang dibagikan ditetapkan Rp30.000 per porsi, sedangkan minuman Rp15.000 per porsi. Pembagian berlangsung dalam dua sesi, yakni pukul 11.30-15.00 WIB dan mulai pukul 18.30 WIB hingga selesai.
Menurut Loto, program tersebut diharapkan tidak hanya memperkenalkan keberagaman kuliner Indonesia kepada masyarakat, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM yang terlibat.
Pesta Rakyat merupakan hasil kolaborasi Kementerian UMKM dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Sekretariat Negara, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan Danantara.
UMKM dan hiburan dalam satu perayaan
Selain kuliner, penyelenggara menyiapkan 300.000 kaus suvenir Pesta Rakyat yang dibagikan kepada masyarakat melalui sejumlah tenda di sekitar Monas. Pembagian dijadwalkan berlangsung pada pukul 08.00 dan 16.30 WIB.
Di kawasan Monas, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan hiburan, termasuk permainan anak dan perlombaan khas perayaan 17 Agustus. Kegiatan tersebut digelar di sisi barat dan timur Monas.
Rangkaian acara juga melibatkan karnaval kendaraan hias dari kementerian dan lembaga pemerintah. Kendaraan akan melintasi rute Monas, Sarinah, Bundaran HI, Patung Jenderal Sudirman, hingga Dukuh Atas.
Dalam karnaval itu, setiap instansi akan menampilkan unsur budaya Nusantara sekaligus memperkenalkan program pemerintah. Masyarakat juga diberi kesempatan memilih kendaraan hias terbaik.
Tiga panggung bertajuk Harmoni Nusantara turut disiapkan di Monas, Bundaran HI, dan Sarinah. Sejumlah musisi lokal dan nasional akan tampil dalam rangkaian hiburan tersebut.
“Semoga perayaan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat. Mari merayakan kemerdekaan dengan semangat kebersamaan,” kata Loto.
Perayaan berlanjut hingga malam
Pesta Rakyat akan berlanjut hingga malam melalui agenda Malam Merdeka. Pertunjukan imersif, video mapping, dan pertunjukan drone akan digelar di sejumlah titik, antara lain kawasan Monas, Kempinski, Pullman, Plaza Indonesia, dan Bundaran HI.
Pertunjukan tersebut mengangkat sejumlah tema, mulai dari kekayaan wastra Nusantara dan sejarah perjuangan para pahlawan hingga program prioritas pemerintah.
Rangkaian perayaan kemudian ditutup dengan pertunjukan kembang api selama 10 menit yang diiringi musik di kawasan Bundaran HI.
Loto mengatakan Pesta Rakyat dirancang sebagai perayaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang. Selain hiburan, kegiatan tersebut diharapkan membuka ruang pemberdayaan UMKM sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan slogan HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
“Momentum kemerdekaan harus kita maknai dengan memperkuat ekonomi kerakyatan melalui partisipasi UMKM, masyarakat, dan seluruh unsur yang terlibat dalam Pesta Rakyat,” ujar Loto.(***)





