Tangsel Menjadi Pilot Projec PLTsa

oleh
oleh -

MAJALAHTERAS.com – Pasca jebolnya sebagian dinding sheetpile TPA Cipeucang Tangerang Selatan Jumat (20/5) lalu, kini rencana pemerintah pusat dan daerah akan membangun landville ketiga sebagai antisipasi tingginya volume sampah di TPA Cipeucang milik Kota Tangerang Selatan.

Menurut Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan, Yepi Suherman, pasca jebolnya sebagian dinding sheetpile membuat pimpinan DLH bersama jajarannya sibuk melayani tamu dari Pemda,`Polda, Polres, Kejari, DPRD, Ormas maupun awak media. “Kami sudah berusaha melayani tamu dengan baik, proaktif dengan musibah ini.Kami mengambil hikmah dari kasus TPA Cipeucang ini,” ujarnya kepada wartawan. Kamis (10/6).

Baca Juga  Ini Kata Kalapas Cilegon saat Pimpin Rapat Diseminasi Pembayaran Tunjangan Kinerja

“Selain itu kami juga sudah melakukan hal urgent sebagai bentuk tanggung jawab bersama, pihak kontraktor dibantu DLH telah melaksanakan pembersihan Sungai Cisadane dengan mengangkat puing –  puing sheetpile maupun materi sampah yang telah mengotori air sungai beberapa minggu ini. Waktu untuk pengangkatan sampah dan runtuhan sheetpile yang terjun ke sungai memerlukan waktu yang lebih dari yang telah diperkirakan,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan Yepi, untuk antisipasi bau sampah dan polusi baik air, udara, lingkungan, DLH untuk sementara ini hanya bisa menekan bau sampah dengan cairan kimia. “Bentuk tanggung jawab sosial/moral yang dituntut sebagian masyarakat sedang dibahas. Sedang kan bentuk tanggung jawab kinerja dan regulasi sedang di kerjakan” kata Yepi ditengah kesibukannya.

Baca Juga  Brantas Hoaks, Pemuda Muhammadiyah Laporkan Situs ke Polisi dan Kominfo

Sementara itu dilain kesempatan, Prasetyo, Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR RI, minggu lalu didampingi Kepala DLH Toto Sudarto saat sidak ke TPA Cipeucang mengatakan TPA Cipeucang pantas untuk ditata ulang, dua landville nya sudah over kapasitas. “Dalam waktu dekat akan dibangun landville ketiga di lokasi tersebut oleh Pemda dan Pusat”, ungkap nya.

Kemudian sehubungan dengan rencana pemerintah menjadikan Tangsel sebagai pilot projec PLTsa maka penataan dan pembenahan TPA menjadi prioritas dan fokus pemerintah. “Setelah pembersihan material sampah dan reruntuhan sheetpile rampung dikerjakan, kemungkinan akan segera dibangun pembatas dan tanggul penahan sheetpile tersebut, lalu diikuti dengan pembuatan Landville ketiga”, ungkap nya.

Baca Juga  Fahdi Khalid : Pengurus PWI Patuhi Prokes Dalam Peliputan

Dikatakan Prasetyo, pihak kontraktor harus bertanggung jawab atas jebol nya sheetpile dan pembersihan sungai, sebagai bukti pertanggung jawaban. Akhir Desember 2019 pengerjaan proyek Sheetpile, landasan, timbangan dan jembatan dilokasi TPA Cipeucang dinyatakan finish. “Ke empat proyek Cipeucang tersebut dibangun menggunakan APBD TA 2018. Selama enam bulan kwalitas bangunan masih menjadi tanggung jawab  pihak Kontraktor,” jelas Prasetyo. @ADVERTORIAL