Sepak Bola Sarungan MWCNU Cipondoh Cup II Meriah, Pererat Ukhuwah Warga

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Gelak tawa dan sorak-sorai warga pecah di Lapangan RW 05, Cipondoh Makmur, Kota Tangerang. Bukan pertandingan sepak bola biasa, para pemain harus berjibaku menggiring bola sambil mengenakan sarung. Aksi unik tersebut mewarnai pembukaan Turnamen Sepak Bola Sarungan MWCNU Cipondoh Cup II Tahun 2026, Minggu (9/7/2026).

Turnamen yang memadukan olahraga, tradisi, dan nilai-nilai keislaman itu mendapat sambutan antusias masyarakat. Ratusan warga memadati sisi lapangan untuk menyaksikan aksi para pemain yang harus tetap lincah meski ruang geraknya terbatas karena mengenakan sarung.

Kegiatan yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Cipondoh tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus memeriahkan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

Pembukaan turnamen secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cipondoh, Nur Alamsyah. Ia mengapresiasi kreativitas MWCNU Cipondoh yang menghadirkan kegiatan olahraga dengan konsep unik sekaligus mengandung nilai budaya dan keagamaan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini memiliki manfaat positif karena mampu menggabungkan olahraga, hiburan, dan kebersamaan masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain menyehatkan, juga mempererat silaturahmi antarwarga. Semoga seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan turnamen ini sebagai ajang memperkuat persatuan,” ujarnya.

Pembukaan turnamen turut dihadiri jajaran pengurus dan panitia MWCNU Cipondoh. Di antaranya Syuriah MWCNU Cipondoh KH Syahrulsidik, Ketua Tanfidziyah MWCNU Cipondoh Ahmad Najir, Ketua Pelaksana Ustaz Arsyad, Wakil Ketua Abdul Murod, Sekretaris Pelaksana Arifin, Bendahara Zainul Abidin, serta tokoh masyarakat KH Imam Sharoni.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Cipondoh, Ahmad Najir, mengatakan Turnamen Sepak Bola Sarungan merupakan agenda yang diharapkan dapat terus menjadi ruang kebersamaan bagi warga Nahdliyin maupun masyarakat umum.

Ia menilai olahraga tersebut memiliki keunikan tersendiri karena selain menghibur, permainan sepak bola sarungan mengajarkan kerja sama, keseimbangan, kedisiplinan, dan sportivitas.
“Turnamen ini bukan hanya soal menang atau kalah. Yang paling utama adalah mempererat ukhuwah, menjaga persatuan, serta menghadirkan hiburan yang sehat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Keseruan pertandingan semakin terasa ketika para pemain berusaha menggiring bola sembari menjaga sarung agar tetap terpasang. Aksi tersebut mengundang gelak tawa dan sorakan penonton, namun tetap berlangsung dalam suasana kompetitif dan penuh sportivitas.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan turnamen, termasuk CV Hoyong Untung yang dipimpin Ustaz Zamil.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari Anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi PKB, H. Sharoni. Kehadirannya menjadi bentuk apresiasi terhadap kegiatan masyarakat yang mengedepankan semangat kebersamaan, tradisi, dan persatuan.

Selain turnamen sepak bola sarungan, rangkaian kegiatan MWCNU Cipondoh juga akan diisi dengan istighosah pada 17 malam sebagai bagian dari kegiatan keagamaan dan penguatan kebersamaan warga.

Melalui MWCNU Cipondoh Cup II Tahun 2026, panitia berharap kegiatan tersebut dapat terus digelar secara rutin dan menjadi agenda tahunan yang dinantikan masyarakat. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan antara ulama, pemuda, warga, dan pemerintah untuk memperkuat ukhuwah serta membangun kehidupan sosial yang harmonis di Kecamatan Cipondoh. (Muhamad)

No More Posts Available.

No more pages to load.