Program Ruang Pulih Bantu Rehabilitan ODGJ Isi Waktu dengan Kegiatan Produktif

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangli sejak tiga tahun terakhir menggelar program Ruang Pulih, bimbingan dan penyuluhan psikososial bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Kegiatan ini dilaksanakan Penyuluh Agama Hindu bekerja sama dengan Rumah Sakit Manah Shanti Mahottama, Bangli.

Penyuluh Agama Hindu I Wayan Sudarma mengatakan, saat ini ada 20 rehabilitan yang mengikuti kegiatan ini. Proses bimbingan dan penyuluhan dikemas dalam kegiatan yang menyenangkan melalui praktik pembuatan sarana upakara.

I Wayan Sudarma mengatakan, kegiatan ini menjadi salah satu metode yang digunakan untuk mendukung proses pemulihan para rehabilitan. Melalui aktivitas yang terarah, para peserta diajak untuk membangun kebiasaan positif sekaligus mengembangkan keterampilan dalam suasana yang mendukung proses rehabilitasi.

“Melalui kegiatan ini, para rehabilitan diarahkan untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan produktif. Praktik pembuatan sarana upakara menjadi salah satu sarana bimbingan yang dapat mendukung proses pemulihan mereka,” ujarnya di Bangli, Kamis (23/7/2026).

Bagi para rehabilitan, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas keterampilan. Praktik pembuatan sarana upakara menjadi bagian dari proses bimbingan psikososial untuk membantu mereka mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, produktif, dan bermakna.

Program Ruang Pulih Kemenag Bangli telah berjalan selama tiga tahun. Kegiatan bimbingan dan penyuluhan tersebut dilaksanakan secara rutin setiap Kamis, pukul 09.00 hingga 11.00 WITA.

Konsistensi program ini menjadi wujud kehadiran Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan yang menyentuh seluruh kelompok masyarakat, termasuk mereka yang membutuhkan pendampingan khusus dalam proses pemulihan dan reintegrasi sosial.

Melalui pendekatan keagamaan, keterampilan, dan pendampingan psikososial, Kemenag Bangli berupaya menghadirkan ruang yang aman dan produktif bagi para rehabilitan. Program tersebut sekaligus menegaskan bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya hadir dalam ruang-ruang ibadah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun harapan, kemandirian, dan pemulihan bagi kelompok rentan.

Kegiatan bimbingan dan penyuluhan psikososial melalui praktik pembuatan sarana upakara ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi para rehabilitan dalam menjalani proses pemulihan secara bertahap.(***)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.