Pimpin Tangsel, Benyamin Davnie Fokus Perangi Covid-19

oleh
oleh -

Majalahteras.com – Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan resmi menjadi pasangan walikota dan wakil walikota Tangerang Selata n (Tangsel) sejak Senin, (26/04/2021) silam. Mereka akan menahkodai Kota Tangsel untuk masa bakti periode 2021-2024.

Sebelumnya, Benyamin Davnie menjabat sebagai Wakil Walikota Tangerang Selatan sejak 20 April 2011. Benyamin Davnie memimpin Tangerang Selatan selama dua periode.

Benyamin-Pilar dilantik langsung oleh Gubernur Banten, Wahidin Halim, di Pendopo Gubernur di Serang, Banten pada Senin (26/4) pagi. Lalu siang harinya menghadiri acara pengumuman peresmian pada agenda paripurna di DPRD Kota Tangsel, dan dilanjutkan sore harinya silaturahmi di Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel.

Sore itu, karpet merah terbentang di depan Puspemkot Tangsel. Deretan para camat/ lurah berpakaian dinas siap sedia menyambut pasangan Benyamin-Davnie. Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tampak pula hadir dengan mengenakan pakaian setelan jas berwarna hitam.

Sekira pukul 16.00 WIB pasangan Benyamin-Pilar tiba di Puspemkot Tangsel. Keduanya mengenakan seragam dinas serba putih, lengkap dengan topi dan atributnya. Tergantung pula kalungan bunga pada keduanya sebagai tanda ucapan selamat.

“Hari pertama jadi wali kota Tangerang Selatan rasanya lega, deg-degan ada, campur-campur,” kalimat pertama dilontarkan Benyamin saat disapa awak media.

Dididik dalam Keluarga TNI
Banyak orang belum mengetahui tentang sisi lain dari sang petahana Tangsel, Benyamin Davnie. Pria kelahiran Pandeglang pada 1 September 1958, ini begitu disiplin karena dididik dan besar di dalam keluarga yang berlatar belakang TNI.

Baca Juga  Pentingnya Nilai Pancasila : Toleransi dan Kerukunan, Serta Gerakan Melawan Hoax

Betapa tidak, karena ayahnya merupakan seorang Dandim yang pernah bertugas di berbagai daerah.

“Ayah saya Dandim, bertugas pindah-pindah daerah. Jadi ya saya tumbuh di lingkungan keluarga berlatar belakang TNI,” ungkap pria akrab di sapa Ben ini. Minggu (11/10/2020).

Dari Pandeglang, Benyamin Davnie waktu kecil pindah ke Tangerang ketika sang ayah berdinas di sana. Rumah Benyamin Davnie tak jauh dari Sungai Cisadane.

“Saya pindah ke Tangerang ketika ayah pindah tugas kesana,” ujar pria yang memiliki hobi memancing dan berenang ini.

Di masa SMA, Benyamin Davnie akrab dengan dunia musik. Setelah lulus SMA, Ia melanjutkan studi ke Bandung. Kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran mengambil jurusan Ilmu Sosial dan Politik.

Ketika menjadi mahasiswa, Benyamin Davnie aktif dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa. Ketika itu, Ia kerap menggelar demo atas kebijakan pemerintahan Orde Baru.

Dan di akhir kuliah, Benyamin Davnie menulis skripsi tentang sistem Pemerintahan Kabupaten Tangerang. Sembari mengerjakan skripsi, Benyamin Davnie pun bekerja di Kabupaten Tangerang.

Baca Juga  Iklan Duka Cita Wafatnya Ibu Siti Rafiah

Segudang pengalaman bekerja di pemerintahan telah dilaluinya. Dimulai menjadi Tenaga Kerja Sukarela Pemkab. Tangerang pada 1980, menjadi Camat Ciledug, Cisoka dan Tigaraksa pada 1990an, Kepala Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang pada 2003, Asisten Daerah Tata Pradja (ASDA 1) Kabupaten Tangerang pada 2004, Kepala BAPEDA Kabupaten Tangerang pada 2005, hingga menjadi Wakil Wali Kota Tangerang Selatan pada 2011.

Fokus Tangani Covid-19
Pasca dilantik menjadi Walikota Tangsel, Benyamin mengatakan, agenda pada hari pelantikan berupa silaturahmi dengan jajaran Pemkot Tangsel serta masyarakat melalui DPRD Tangsel.

Sementara itu, esoknya pada hari pertama usai dilantik menjadi wali kota Tangsel, dia akan melakukan briefing dengan jajarannya, terutama mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Tangsel dan penanganan Covid-19.

“Hari pertama itu besok saya akan briefing dengan teman-teman untuk melihat sejauh mana persiapan pelaksanaan triwulan kedua APBD Tangerang Selatan dan mengecek sejauh mana penanganan Covid-19 serta vaksinasi di Tangsel,” ujar dia.

Sementara itu, Ia menambahkan, dirinya berkomitmen untuk mengikuti arahan dari Gubernur untuk kemajuan Kota Tangsel.

“Saya menunggu arahan berikutnya dari pak Gubernur dan program-program yang telah direncanakan sebelumnya. Dan tentu saja pasti kami akan focus pada upaya pencegahan Covid-19. Ini sangat penting karena menyangkut orang banyak. Doakan saja mudah-mudahan lancar,” kata dia.

Baca Juga  HD Terima Penghargaan Gubernur Inovatif di KG Award 2020

Ben Klaim Covid-19 di Tangsel Menurun
Berbagai upaya dan koordinasi yang telah dilakukan dengan berbagai pihak, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memastikan penanganan Covid-19 di wilayahnya semakin efektif. Hal tersebut dilihat dari beberapa faktor, salah satunya adalah turunnya persentase penggunaan ruang ICU.

Benyamin Davnie menjelaskan, saat ini di Tangsel kapasitas ruang ICU terisi sebesar 93 persen, dimana sebelumnya terisi sebesar 95 persen. Selain itu, ruang isolasi yang tersebar di berbagai rumah sakit dan gedung yang disiapkan saat ini terisi sebesar 84 persen.

“Ini mengalami penurunan yang signifikan,” ujarnya, Rabu (24/2/2021).

Dia merinci, isolasi mandiri yang dilakukan oleh pasien positif tanpa gejala (OTG) sebanyak 220 orang. sementara yang probable sebanyak 28 orang. Angka tersebut belum termasuk pasien yang dirawat sebanyak 28 orang.

“Per tanggal 22 kemarin juga, pemerintah memastikan bahwa tidak ada peningkatan angka pada kasus meninggal,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 22 tenaga kesehatan (nakes) dan staf yang bertugas di Puskesmas Jombang, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan atau Tangsel dinyatakan positif Covid-19. Sejatinya, mayotitas telah rampung menjalani vaksinasi.(Man)