BEKASI — Instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perawatan terbaik bagi korban kecelakaan KA Bekasi menegaskan kehadiran negara dalam situasi krisis. Namun, perhatian utama justru bergeser pada akar persoalan yang lebih dalam.
Melalui Prasetyo Hadi, pemerintah mengungkap rencana investigasi serta penataan ulang sistem keselamatan, termasuk pembangunan flyover di sekitar 1.800 perlintasan.
Angka tersebut bukan kecil. Ia menggambarkan skala persoalan yang selama ini menjadi titik lemah dalam sistem transportasi nasional.
Respons cepat terhadap korban adalah keharusan, tetapi insiden ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan keselamatan bukan semata insidental, melainkan struktural.
Langkah pemerintah ke depan akan menentukan apakah kejadian ini menjadi titik balik—atau sekadar siklus respons yang berulang.





