Serang – Praktisi kecantikan sekaligus Founder Browgasm, Erica WijayantI atau yang akrab disapa Erica Anca, menyoroti pentingnya penguasaan soft skill bagi perempuan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan ‘Rilaya’ yang digelar di Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Serang, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema ‘Dari Kelas ke Karya: Transformasi Pendidikan Menuju Ekonomi Kreatif Berkelanjutan’ dan menghadirkan sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang untuk berbagi pandangan mengenai masa depan pendidikan dan ekonomi kreatif.
Dalam kesempatan tersebut, Erica mengapresiasi Universitas Bina Bangsa yang mengangkat isu pendidikan, perempuan, dan ekonomi kreatif sebagai tema diskusi.
“Saya sangat mengapresiasi teman-teman Universitas Bina Bangsa. Ini merupakan topik yang sangat krusial, khususnya bagi perempuan. Saya juga ingin berbagi pengalaman dan passion saya sebagai seorang pengusaha di bidang kecantikan,” ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Deputi Pemasaran & Inkubator Bisnis Fekraf Banten ini.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda, khususnya perempuan di Banten, tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam memenuhi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Erica menyinggung hasil survei yang menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di Provinsi Banten masih menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai cukup ironis mengingat Banten dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak kawasan industri, pabrik, hingga destinasi wisata yang terus berkembang.
“Benar sekali, berdasarkan sejumlah survei, Banten termasuk daerah dengan tingkat pengangguran yang tinggi dan bahkan masuk tiga besar nasional. Ini cukup ironis karena Banten memiliki banyak industri, pabrik, dan sektor pariwisata yang berkembang,” ujar wanita yang mendalami ilmu kecantikan hingga ke negara Swiss tersebut.
Sebagai pelaku usaha, Erica melihat persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan oleh minimnya kesempatan kerja. Menurutnya, salah satu faktor yang perlu menjadi perhatian adalah penguasaan soft skill yang masih belum optimal di kalangan pencari kerja.
“Setelah saya melihat lebih jauh, ternyata bukan karena sarana atau peluang yang kurang. Salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah bagaimana sumber daya manusia (SDM) mampu menguasai soft skill yang dibutuhkan dunia kerja saat ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pendidikan formal memang sangat penting sebagai bekal pengetahuan. Namun, di era persaingan yang semakin ketat, generasi muda juga dituntut memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta keterampilan memecahkan masalah.
Menurut Erica, kemampuan tersebut menjadi modal penting untuk membangun karier maupun menciptakan usaha sendiri di sektor ekonomi kreatif.
“Untuk menjalani kehidupan ke depan, tidak cukup hanya mengandalkan teori. Kita juga harus memiliki keterampilan, mental yang kuat, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian untuk terus belajar menghadapi berbagai tantangan. Hal ini sangat penting, terutama bagi perempuan agar mampu mandiri dan berdaya saing,” jelasnya.
Melalui forum diskusi tersebut, Erica berharap semakin banyak perempuan yang terdorong untuk meningkatkan kapasitas diri, memanfaatkan pendidikan sebagai sarana pengembangan potensi, serta berani berkarya dan menciptakan peluang di sektor ekonomi kreatif.
Ia meyakini bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan, tidak hanya di lingkungan keluarga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kegiatan yang digelar Universitas Bina Bangsa ini menjadi ruang dialog bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami pentingnya transformasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga mampu melahirkan generasi yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (yogi)





