California, 22 Oktober 2026 – Founder ParagonCorp memberikan dukungan pendanaan kepada Stanford University untuk penelitian kesehatan mental dalam perspektif Islam dan kehidupan umat Muslim. Dukungan tersebut disalurkan melalui Paragon-Wardah Research Fund di Stanford School of Medicine untuk mendukung kegiatan penelitian Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab.
Laboratorium tersebut dipimpin oleh Dr. Rania Awaad, MD, Clinical Professor of Psychiatry and Behavioral Sciences di Stanford University School of Medicine. Penelitiannya berfokus pada pemahaman kebutuhan kesehatan mental komunitas Muslim, termasuk stigma yang dapat menghambat seseorang dalam mencari bantuan profesional serta hubungan antara kesehatan mental dan spiritualitas.
Deputy CEO and Chief of Research and Development ParagonCorp, dr. Sari Chairunnisa, mengatakan bahwa kesehatan manusia mencakup aspek fisik, mental, dan spiritual. Oleh karena itu, pemahaman terhadap keyakinan dan nilai-nilai spiritual menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan layanan kesehatan mental yang inklusif.
“Kami percaya bahwa kesehatan seorang manusia mencakup kondisi fisik, mental, dan spiritual. Melalui dukungan kepada laboratorium Dr. Awaad, kami ingin berkontribusi dalam mengembangkan pengetahuan agar umat Muslim di berbagai belahan dunia dapat memperoleh layanan kesehatan mental yang juga memahami dan selaras dengan keyakinannya,” ujar Sari Chairunnisa.
Penelitian Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab mencakup berbagai aspek kesehatan mental dan psikologi dalam konteks Islam. Fokus kajiannya meliputi kebutuhan pasien Muslim, stigma yang membuat sebagian orang ragu mencari bantuan profesional, serta hubungan antara kesehatan mental dan spiritualitas.
Publikasi laboratorium tersebut juga membahas beragam isu, di antaranya psikologi Islam, pencegahan tindakan bunuh diri, penggunaan zat berbahaya, serta kesehatan mental kelompok migran dan mahasiswa. Berbagai penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tenaga kesehatan dan pihak terkait dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan komunitas Muslim.
Dr. Rania Awaad menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan oleh Founder ParagonCorp. Menurutnya, dukungan tersebut membantu laboratorium melanjutkan penelitian yang dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas layanan kesehatan mental bagi komunitas Muslim.
“Kami sangat berterima kasih kepada Founder ParagonCorp atas kepercayaan dan dukungan mereka terhadap penelitian kami. Dukungan ini membantu kami terus mengembangkan pengetahuan yang dibutuhkan oleh tenaga kesehatan, pendidik, dan pemuka agama untuk memberikan layanan kepada komunitas Muslim dengan keahlian dan pemahaman yang mendalam,” ujar Awaad.
Dukungan terhadap penelitian ini juga relevan bagi Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia dan masih menghadapi tantangan dalam akses terhadap layanan kesehatan mental, khususnya bagi anak dan remaja.
Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada 2022 menemukan bahwa sekitar satu dari tiga penduduk Indonesia berusia 10–17 tahun, atau setara dengan sekitar 15,5 juta anak dan remaja, mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan sebelumnya. Namun, hanya 2,6 persen dari mereka yang mencari bantuan atau mengakses layanan konseling.
Menurut Awaad, keyakinan agama dapat menjadi salah satu sumber kekuatan bagi pasien selama menjalani proses pemulihan. Namun, aspek spiritual tersebut belum selalu terakomodasi dalam layanan kesehatan mental yang tersedia.
“Bagi banyak pasien kami, keyakinan agama menjadi sumber kekuatan selama proses pemulihan. Namun, aspek ini belum selalu menjadi bagian dari layanan kesehatan mental yang mereka terima,” ujar Awaad.
Ia menambahkan bahwa dukungan dari ParagonCorp turut membuka peluang bagi laboratorium untuk melanjutkan penelitian dan pelatihan yang berfokus pada kebutuhan komunitas yang masih menghadapi stigma terkait kesehatan mental.
“Dukungan ini membantu kami melanjutkan penelitian dan pelatihan untuk mendukung komunitas yang masih menghadapi stigma, yang kerap membuat orang enggan mencari bantuan, termasuk di Indonesia,” lanjutnya.
Paragon-Wardah Research Fund merupakan dana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan dan kebutuhan Stanford Muslim Mental Health & Islamic Psychology Lab. Dana tersebut mendukung misi laboratorium secara keseluruhan di bawah arahan Dr. Rania Awaad, sementara penetapan prioritas penelitian tetap menjadi kewenangan laboratorium.
Melalui dukungan ini, ParagonCorp turut berkontribusi dalam mendorong pengembangan pengetahuan mengenai kesehatan mental yang mempertimbangkan aspek psikologis, sosial, dan spiritual. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman tentang kebutuhan komunitas Muslim sekaligus mendukung pengembangan layanan kesehatan mental yang lebih inklusif dan selaras dengan keyakinan pasien. ***







