Yusuf Kalla: Kebebasan Pers Penting Untuk Mendorong Demokratisasi dan Otonomi

oleh
oleh -

Agenda WPFD  2017 di hari ketiga, Rabu (3/4) adalah Upacara pembukaan secara resmi oleh Wapres Yusuf Kala.

Wapres yang hadir bersama Direktur Jenderal UNESCO, Mrs. Irena Bokova dan segenap pejabat tinggi lainnya, seperti Wakil Ketua DPR RI Fachri Hamzah, Menko Polhukam Wiranto, Mentri Kominfo Rudiantara dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Baca Juga  Dipimpin Oleh Menkumham, Rutan Pandeglang Ikuti Upacara Peringatan HDKD 2020 Secara Virtual

Mrs. Irena Bokova dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Indonesia atas inisiatif dan komitmenya dalam mewujudkan kebebasan pers dalam kehidupan bernegara.

Sementara itu, dalam sambutan kenegaraannya, Yassuf Kalla, menyampaikan, bahwa untuk tumbuhnya sistem pemerintahan yang demokratis membutuhkan kebebesan pers yang bertanggung jawab. Hal ini merupakan bagian agenda besar reformasi, yaitu demokrasi, otonomi dan kebebasan pers.

Baca Juga  Harga Kedelai Melambung, Omzet Pengusaha Tahu Turun Drastis

Dalam perkembangannya, lanjut Yusuf Kalla, kebebasan pers telah mampu mendorong berbagai bidang pembangunan di Indonesia. Untuk itulah, Wapres berharap, pers dan media dapat memberi pandangan kritis dan kritik kepada negara.

Setelah menyampaikan sambutan, selanjutnya Wapres Yusuf Kalla memukul gong yang menandai dibukanya secara resmi World Press Freedom Day 2017 di JCC-Senayan Jakarta.

Baca Juga  Sidang Terbuka Program Doktoral, Walikota Serang Jadikan Hasil Sebagai Acuan Kebijakan