Majalahteras.com – Yayasan Irsyadul ‘Ibad Pandeglang menggelar Capacity Building Guru 2026 sebagai upaya memperkuat kompetensi pendidik di seluruh unit pendidikan yang berada di bawah naungan yayasan Mengusung tema “Mendesain Pendidikan Islam yang Bertumbuh Bersama Peserta Didik untuk Melahirkan Generasi Muslim Berakhlak”.
Kegiatan yang berlangsung di ruang Oproom Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pandeglang, diikuti seluruh guru sebagai bagian dari komitmen yayasan membangun ekosistem pendidikan Islam yang adaptif terhadap perubahan zaman sekaligus tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.Sabtu (25/7/2016)
Di tengah tuntutan perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat, peningkatan kualitas guru dinilai menjadi kunci dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang kuat.
Drs.Hidayat Rahman.M.Si, Ketua Yayasan Irsyadul ‘Ibad mengatakan peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari peningkatan kualitas guru. Menurutnya, guru merupakan aktor utama yang menentukan kualitas pembelajaran sekaligus pembentukan karakter peserta didik.
“Capacity Building ini merupakan ikhtiar Yayasan untuk terus meningkatkan kompetensi guru guna menjaga kualitas pendidikan yang diawali dengan perbaikan kualitas diri atau ibda’ bi nafsi.harapannya seluruh guru menjadi pembelajar sepanjang hayat sehingga mampu menghadirkan pendidikan Islam yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga mampu melahirkan generasi muslim yang berakhlak, berilmu, dan memberikan manfaat bagi umat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Pembina Yayasan Irsyadul ‘Ibad, Lasip Susanto, S.Pd., M.Pd., menurutnya penguatan kapasitas guru tidak hanya berdampak pada peningkatan kompetensi individu, tetapi juga memperkuat budaya organisasi pendidikan.guru yang terus berkembang akan menjadi fondasi lahirnya sekolah yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan pendidikan di masa depan.
Dr. Parina, M.Pd. selaku narasumber memapaparankan, bahwa paradigma pendidikan perlu bergeser dari sekadar mengejar capaian akademik menuju pendidikan yang mampu mengembangkan karakter, akhlak, serta potensi unik setiap peserta didik.Menurutnya, guru perlu menghadirkan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student-centered learning), menciptakan lingkungan belajar yang aman dan menyenangkan, serta memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh sesuai fitrahnya. Pendekatan tersebut diyakini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga tangguh, adaptif, dan berintegritas.”katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti sesi diskusi, refleksi, dan berbagi praktik baik pembelajaran. Antusiasme guru terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap sesi, terutama saat membahas strategi implementasi pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kebutuhan peserta didik di era digital.
Salah seorang peserta, Nurul Khotimah, S.Pd., Guru SDIT Irsyadul ‘Ibad 1, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai indikator keberhasilan pembelajaran. Menurutnya, keberhasilan guru tidak hanya diukur dari nilai akademik siswa, tetapi juga dari kemampuannya mendampingi perkembangan karakter peserta didik. Sementara itu, Herdiansyah, S.Hum., Guru SMPIT Irsyadul ‘Ibad, menilai kegiatan tersebut memperkuat pemahaman tentang pentingnya pendidikan holistik yang menyeimbangkan aspek intelektual, spiritual, emosional, dan karakter.
Melalui Capacity Building 2026, Yayasan Irsyadul ‘Ibad berharap para guru semakin siap menghadirkan pembelajaran yang inovatif, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Yayasan meyakini bahwa investasi terbaik dalam dunia pendidikan bukan hanya pada pembangunan sarana, tetapi pada peningkatan kualitas guru sebagai penggerak utama lahirnya generasi muslim yang berakhlak, berilmu, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.”harapnya.@juanda
