Waspadai Gelombang Tinggi Hingga 4 meter Tanggal 7-9 Januari

oleh
oleh -
Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Antara)

Jakarta – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 7-9 Januari 2022.

Hal ini dipicu oleh pola angin wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari utara- timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot. Sedangkan wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5-20 knot, dilansir beritasatu.com.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Natuna Utara, Laut Banda, perairan Kepulauan Kai-ru dan Laut Arafuru. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang tinggi di kisaran 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna utara.

Baca Juga  Peringatan! Cuaca Ekstrim Melanda Indonesia hingga 9 Desember

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Selain itu, kapal tongkang kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Kapal ferry kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Kemudian, kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter

Baca Juga  Warga Bantul Tumpah Ruah Rayakan Bulan Pak Harto

“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” tulis peringatan dini BMKG.

Selain itu, BMKG juga merilis potensi gelombang tinggi kisaran 1,25 – 2,50 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeule-Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan barat Enggano-Lampung, Samudra Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Jawa- Sumba, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan Samudra Hindia selatan Banten-NTB, perairan Kepulauan Anambas-Kepulauan Natuna, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Bitung, perairan Kepulauan Sangihe-Talaud, Laut Maluku bagian utara, perairan utara Kepulauan Sula-Kepulauan Banggai, Laut Halmahera, Laut Banda bagian selatan, perairan Kepulauan Kai–Aru, Perairan utara Papua Barat-Papua, Samudra Pasifik utara Papua Barat-Papua, dan Laut Arafuru bagian timur.(*/cr2)

Baca Juga  Sejumlah Kapolda hingga Kapolres di Mutasi Kapolri, Ini Rinciannya