JAKARTA — Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi pengingat penting bagi masyarakat pesisir Selat Sunda untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Ketua Umum Srikandi TP Sriwijaya, Nyimas Aliah SE., S.Sos., M.I.Kom., menyampaikan instruksi dan arahan khusus agar seluruh jajaran Srikandi TP Sriwijaya di wilayah terdampak meningkatkan kesiapsiagaan dan membangun ketangguhan dalam menghadapi kemungkinan bencana.
Nyimas Aliah menegaskan bahwa anggota Srikandi harus mengambil peran nyata sebagai perempuan yang tangguh, peka informasi resmi, serta siap menjadi relawan untuk membantu kelompok rentan—seperti lansia, ibu hamil, anak-anak, dan penyandang disabilitas—apabila situasi darurat terjadi.
”Kondisi Anak Krakatau yang sedang aktif menuntut kita untuk tidak mengabaikan informasi dan selalu siapkan Tas Siaga Bencana sejak dini. Saya berharap seluruh kader menjadi SRIKANDI TANGGUH BENCANA yang tidak hanya menjaga keluarga, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Nyimas Aliah dalam siaran tertulisnya.
Tanggapan dan Kesiapan Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Banten
Menindaklanjuti arahan dari Ketua Umum, Ketua Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Banten, Shendy Erista Furi, menyatakan kesiapan penuh seluruh jajarannya untuk membumikan imbauan tersebut di wilayah Banten yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda.
Shendy menyambut positif arahan pusat dan menilai bahwa imbauan tersebut menjadi pemicu semangat bagi kader di Banten untuk bergerak cepat mengedukasi masyarakat sekitar.
”Sebagai wilayah yang berada di garis depan pesisir Selat Sunda, kami di Provinsi Banten menyambut baik dan siap menjalankan instruksi Ketua Umum Nyimas Aliah. Situasi ini tidak boleh membuat warga panik, melainkan harus dibalas dengan kesiapan yang matang dan terukur,” ujar Shendy Erista Furi.
Lebih lanjut, Shendy menekankan beberapa fokus aksi yang akan dijalankan oleh Srikandi TP Sriwijaya Provinsi Banten di lapangan:
Edukasi Informasi Resmi: Mengajak warga Banten untuk menyaring informasi dan hanya memantau pembaruan resmi dari BMKG maupun PVMBG guna menangkal timbulnya hoaks dan kepanikan.
Aksi Siaga Logistik Keluarga: Mendorong setiap keluarga menyiapkan Tas Siaga Bencana berisi air, obat-obatan, dokumen penting, dan alat komunikasi terisi penuh.
Pendampingan Sosial dan Kelompok Rentan: Menyiapkan kader Srikandi Banten sebagai relawan lapangan yang sigap mendampingi anak-anak, lansia, serta ibu hamil jika evakuasi diperlukan.
Shendy menegaskan bahwa ketahanan bangsa dimulai dari ketangguhan perempuan di tingkat keluarga. Melalui kepekaan dan kesiapan para Srikandi, dampak risiko bencana dapat diminimalkan.
”Perempuan memiliki peran sentral dalam menjaga ketenangan keluarga saat krisis. Dengan menjalankan arahan Ketua Umum, Srikandi Banten berkomitmen untuk hadir sebagai benteng pelindung dan penggerak gotong royong bagi sesama,” tambahnya.
Menutup keterangannya, Shendy Erista Furi mendoakan agar seluruh masyarakat Banten dan sekitarnya senantiasa diberikan keselamatan dan perlindungan.
”Mari kita perkuat solidaritas dan kesiapsiagaan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi masyarakat Banten dan keluarga besar Srikandi TP Sriwijaya dari segala marabahaya,” pungkas Shendy.***





