Warga Cibenying Keluhkan Bau Menyengat dari Rumah Ayam Potong

oleh
oleh -

Majalahteras.com – Warga Kampung Cibenying, RT 02 RW 05, Desa Sukamanah, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang mengeluhkan keberadaan rumah ayam potong di lingkungannya. Warga mengeluh akibat keberadaan rumah ayam potong diduga menimbulkan bau tak sedap.

Tokoh Masyarakat Kampung Cibenying, KH Miftah Fauji membenarkan, keberadaan rumah pemotongan hewan (RPH) atau rumah ayam potong yang berdampingan dengan rumahnya telah menimbulkan aroma bau.

“Menimbulkan bau busuk yang menyengat, karena bangkai atau limbah ayam potong itu dibuang di kolam ikan,” kata Miftah, Kamis (17/3).

Baca Juga  Yenny Wahid : 11 Juta Warga Siap Lakukan Tindakan Radikal

Pihaknya mendesak, pemerintah desa hingga pemerintah daerah untuk turun tangan menangani keberadaan rumah ayam potong tersebut. Sebab, keberadaannya sudah menggangu kenyamanan warga.

“Kami minta desa jangan diam. Apalagi kami warga Cibenying sudah membuat surat keberataan warga atas adanya RPH itu dari tahun 2016 yang disampaikan ke desa, tapi sampai sekarang belum ada tindaklanjut. Saya tidak ingin menutup usaha orang, tapi usahanya harus sesuai aturan dan tidak menimbulkan bau, tapi kenyataannya bau menyengat,” ujarnya.

Baca Juga  Begini Cara Lapas Cilegon Cegah Penyebaran Covid-19

Pihaknya mengaku, tidak mengetahui berizin atau tidaknya rumah ayam potong tersebut.

“Kalau ke saya (izin) gak ada, koordinasi saja ke saya gak ada. Sesuai informasi warga juga gak ada izin, tapi gak tahu juga ada izin atau tidaknya,” ujarnya.

Ketua RW 05, Abah Doding Arsudin mengatakan, berdasarkan laporan warga bahwa keberadaan rumah ayam potong tersebut mengganggu kenyamanan karena menimbulkan bau tidak sedap. “Ya, bau yang menyengat,” ujarnya.

Baca Juga  Forum CSR Banten Distribusikan 144.30 Ton Beras

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pandeglang, Ahmad Saepudin mengatakan, akan turun ke lapangan meninjau rumah ayam potong yang dikeluhkan warga Kampung Cibenying.

“Nanti kita cek ke lapangan. Mungkin besok (Jumat 17 Maret 2022) kita akan turun ke lokasi sesuai laporan warga,” singkatnya.@Juanda