Seperti Saum Setahun : Satu Paket Saum Ramadan dan Saum Syawal

oleh
oleh
Hadis tentang saum enam hari pada bulan Syawal (Foto : https://id.pinterest.com)

Saum Ramadan 1447 H sudah selesai. Hukumnya, wajib. Lalu, sepantasnya disambung dengan saum  enam hari pada bulan Syawal. Hukumnya, sunat. Saum Ramadan dan saum enam  hari pada bulan Syawal ini satu paket saum wajib dan saum sunah, dengan pahala yang melimpah.

Rasulullah SAW dalam hadisnya, menyamakan saum Ramadan yang diikuti dengan saum enam hari pada bulan Syawal itu seperti saum satu tahun. Ini menyangkut nilai dan pahala.

Sabdanya, “Siapa saja yang saum pada bulan Ramadan, lalu diikuti dengan saum enam hari pada bulan Syawal, maka nilainya (pahalanya) sama dengan saum setahun” (hadis dari Abu Ayyub al-Anshari, dicatat Muslim). Pelaksanaannya, bisa setiap hari, dua hari sekali, tiga hari sekali, dan lain-lain. Tak ada cara khusus, kecuali hadis menyebut enam hari pada bulan Syawal.

Perhitungan setara dengan saum setahun itu, kira-kira, seperti ini. Saum Ramadan selama satu bulan, dikalikan dengan 10, jadi 10 bulan. Angka 10 menunjukkan nilai pahala yang digandakan jadi 10 kali lipat. Lalu, saum enam hari berikutnya pada bulan Syawal, dikalikan dengan angka 10, jadi 60 (hari), yang berarti sama dengan dua bulan. Maka, jumlah nilai saum Ramadan yang diikuti dengan saum enam hari pada bulan Syawal itu jadi 12 bulan, alias setahun.

Hadis saum enam hari pada bulan Syawal ini termasuk saum sunah setahun sekali. Ada lagi saum setahun sekali, saum Arafah (setiap 9 Zulhijah, kecuali bagi para calon haji yang memang sedang wukuf di Arafah). Saum setiap tanggal 9 dan 10 Muharam pun saum setahun sekali.  Saum setiap bulan juga ada, setiap bulan purnama (tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan kalender hijriah). Ada saum sunah sepekan sekali, setiap Senin dan Kamis. Saum sunat sehari-hari,  saum selang sehari, dikenal dengan saum Dawud (ibadah saum Nabi Dawud AS).

Hari Sabtu ini (28 Maret 2026), baru tanggal 8 Syawal. Masih ada waktu 21 hari lagi untuk mengamalkannya. Masih leluasa. Tentu saja, tak kita lewatkan kesempatan ini. Kita belum tentu bisa bertemu lagi dengan Bulan Ramadan dan Syawal berikutnya. Mungkin saja, ini Ramadan dan Syawal terakhir kita… (Dean Al-Gamereau).

No More Posts Available.

No more pages to load.