Majalahteras.com — Di tengah rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Forum Pelestari Terumbu Karang (FPTK) Banten bersama Perkumpulan Boedak Saung menggelar sosialisasi edukasi mengenai pentingnya pelestarian terumbu karang kepada siswa SDN Banyuasih 1, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 30 siswa dan siswi SDN Banyuasih 1. Kedatangan jajaran pengurus FPTK Banten dan Perkumpulan Boedak Saung disambut langsung oleh Kepala SDN Banyuasih 1 Ade Sutisna beserta jajaran guru.
Ade Sutisna mengatakan, kegiatan edukasi terumbu karang tersebut memberikan manfaat bagi para siswa, khususnya dalam menambah wawasan mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut.
“Kami menyambut baik kehadiran FPTK Banten dan Perkumpulan Boedak Saung. Melalui kegiatan edukasi terumbu karang ini, diharapkan anak didik kami mendapatkan wawasan baru dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ade.
Menurut Ade, edukasi mengenai terumbu karang menjadi hal penting bagi para siswa karena lokasi sekolah yang berada tidak jauh dari kawasan pantai atau laut.
Sementara itu, Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung Mardiana Tirtalaksana mengatakan, kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai ekosistem terumbu karang.

“Untuk di Pandeglang, ini merupakan kegiatan pertama. Artinya, edukasi ke sekolah baru dimulai hari ini. InsyaAllah ke depan akan terus dilakukan agar semakin masif,” kata Mardiana.
Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan dengan menyasar sekolah-sekolah lainnya agar semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya menjaga dan melestarikan terumbu karang.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua FPTK Banten Nurwarta Wiguna memberikan materi mengenai pengenalan terumbu karang, mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, hingga berbagai hal lain yang berkaitan dengan ekosistem tersebut.
“Kita penting mengetahui dan menjaga terumbu karang, termasuk memahami fungsi dan berbagai hal lainnya terkait terumbu karang,” ujar Nurwarta.
Menurutnya, pengenalan terumbu karang sejak dini perlu terus dilakukan, khususnya di Provinsi Banten, agar ekosistem laut tetap sehat, lestari, dan produktif.
Selain penyampaian materi, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemutaran video edukasi mengenai terumbu karang, jenis-jenisnya, serta berbagai informasi lain terkait ekosistem laut.
Nurwarta berharap pihak sekolah dapat turut berperan aktif dalam memberikan edukasi berkelanjutan mengenai pentingnya menjaga terumbu karang kepada para siswa.
“Kami juga berharap adanya peran serta aktif dari pihak sekolah untuk terus memberikan edukasi mengenai terumbu karang,” pungkasnya. @Juanda







