Jakarta, 9 Maret 2026 — Sekitar 1.200 warga di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, kini dapat mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari berkat teknologi filter air berkapasitas besar yang dihadirkan melalui kolaborasi ParagonCorp, sebagai Purposeful Beauty Tech Company asal Indonesia, bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kealumnian (DPMK) ITB. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi akses air bersih yang lebih aman, sekaligus mencerminkan semangat kolaborasi ParagoNation dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
Teknologi filter air tersebut dipasang di Desa Sukajadi, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, tepatnya di tepi Sungai Tamiang yang selama ini menjadi salah satu sumber air utama bagi masyarakat. Sistem ini bekerja dengan menyedot air sungai yang sebelumnya dalam kondisi keruh, kemudian memprosesnya melalui dua tahap filtrasi hingga menghasilkan air yang jernih dan layak digunakan, bahkan dapat dikonsumsi.
Air hasil penyaringan kemudian ditampung dalam tangki berkapasitas besar sebelum dialirkan ke toren air di rumah-rumah warga di Kampung Sukajadi. Melalui sistem distribusi tersebut, sekitar 1.200 penduduk kini dapat memanfaatkan air bersih ini untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, kebutuhan sanitasi, hingga sebagai sumber air minum.
Selain melalui distribusi ke rumah-rumah, sebagian warga juga datang langsung ke lokasi filter untuk mengambil air. Selama bulan Ramadan, terutama menjelang waktu berbuka puasa, masyarakat terlihat mengantre dengan membawa galon kosong untuk mengisi air bersih dari sistem filter hasil kolaborasi ParagonCorp dan ITB tersebut.
Sistem filter air ini memiliki kapasitas produksi hingga 7.000 liter per jam, sehingga mampu menyediakan pasokan air bersih dalam jumlah besar bagi masyarakat. Unit filter tersebut dikirim dari Bandung menuju Aceh Tamiang dengan waktu perjalanan sekitar satu minggu sebelum akhirnya dipasang dan mulai dimanfaatkan oleh masyarakat.
Selain menghadirkan teknologi filter air, ParagonCorp juga turut memperkuat akses air bersih bagi masyarakat melalui pembangunan belasan titik sumur bor di beberapa wilayah Aceh Tamiang yang terdampak bencana. Kehadiran sumur bor ini melengkapi sistem penyediaan air bersih yang telah ada, sehingga masyarakat di berbagai titik dapat memperoleh sumber air yang lebih mudah dijangkau.
Melalui kombinasi solusi teknologi filtrasi dan pembangunan sumber air baru tersebut, ParagonCorp berharap masyarakat dapat memperoleh akses air bersih yang lebih stabil dan berkelanjutan, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Menurut Astri Wahyuni, Director of Corporate Affairs ParagonCorp kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi dengan ITB dan DPMK ITB, kami berharap teknologi filter air ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang. Di saat yang sama, kami juga melengkapi upaya tersebut melalui pembangunan beberapa titik sumur bor agar semakin banyak warga yang dapat merasakan manfaat akses air bersih. Semangat kolaborasi ini juga mencerminkan komitmen ParagonCorp bersama ParagoNation untuk terus menghadirkan solusi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Keberadaan teknologi ini juga menghadirkan cerita nyata dari masyarakat setempat. Salah satu kisah datang dari seorang bayi yang sebelumnya mengalami diare selama hampir satu bulan dan tidak kunjung membaik meskipun telah mendapatkan pengobatan. Setelah keluarganya mulai menggunakan air dari sistem filter tersebut, kondisi bayi tersebut dilaporkan berangsur membaik hingga akhirnya pulih.
Dalam kegiatan serah terima filter air tersebut, ParagonCorp diwakili oleh Neli Rahmawati, Corporate Communication ParagoCorp dan Dwi Eliani, Corporate Social Responsibility ParagoCorp, sementara dari pihak ITB diwakili oleh Direktur Humas ITB, Laila Arif.
“Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen kami untuk menghadirkan inovasi teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui pengembangan sistem filtrasi air ini, ITB berharap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat berkontribusi dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam penyediaan akses air bersih. Kami juga mengapresiasi kolaborasi bersama ParagonCorp yang memungkinkan solusi ini dapat diimplementasikan dan dirasakan langsung oleh masyarakat di Aceh Tamiang,” ujar Laila, Direktur Humas ITB.
Kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan sektor industri dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ke depan, diharapkan semakin banyak kolaborasi serupa yang dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan inovasi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.***





