Obat di Puskesmas Menes Diduga Bikin Pasien Meninggal Dunia Dipertanyakan

oleh
oleh -

Majalahteras.com – DPRD, dan Pemkab Pandeglang bakal menelusuri kasus kematian pasien atas nama Ocim (60) yang sempat dirawat di Puskesmas Menes.

Pasalnya, pasien meninggal dunia diduga setelah mengkonsumsi obat, hingga buruknya pelayanan yang diberikan Puskesmas Menes kepada pasien.

Pasien Ocim (60) merupakan warga Kampung Cileutik, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Nanti saya harus cari tahu dulu kebenaran informasi itu di lapangan,” singkat Habibi Arafat, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, melalui pesan WhatsApp, Senin 26 Februari 2024.

Baca Juga  Peringati HDKD Ke-78, Lapas Cilegon Gelar Turnamen Futsal Antar UPT

Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta mengatakan, baru menerima informasi jika ada pasien Puskesmas Menes yang meninggal dunia diduga usai mengkonsumsi obat.

Untuk mengetahui kasus itu, Fahmi mengaku, akan segera berkoordinasi dengan Puskesmas Menes, dan Dinas Kesehatan atau Dinkes Kabupaten Pandeglang.

“Saya baru dengar. Saya akan komunikasikan dulu dengan puskesmas, dan dinkes. Saya telepon dulu dinkesnya untuk cek lapangan,” ujarnya.

Baca Juga  Dari IKN, Presiden dan Ibu Iriana Kembali ke Jakarta

Kata Fahmi, saat ini dinas terkait tengah mendalami kasus penyebab kematian pasien. Untuk mengenai pengadaan obat, kata Fahmi, menjadi tanggung jawab puskesmas, karena sudah ditetapkan menjadi Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD.

“Kalau gak salah kan puskesmas ini sudah BLUD. Kalau soal obat saya gak tahu. Yang jelas nanti saya minta dinkes untuk investigasi dulu ke lapangan,” katanya.

Baca Juga  Semarak HUT RI, Pertamina Pastikan Stok BBM Jenis Pertalite dan Solar Aman

Dihubungi melalui telepon WhatsApp, Kepala Puskesmas Kecamatan Menes, Hj. Nining membantah, pasien tersebut diduga meninggal dunia akibat mengkonsumsi obat Puskesmas Menes. Namun pasien wafat karena terkena serangan jantung.

“Masalah obat. Itu obat yang paling aman se-dunia. Obat yang kami berikan kepada pasien antasida. Paling aman digunakan pasien. Obat itu juga masih di mulut, belum masuk ketenggorokan pasien. Pasien kena penyakit jantung,” katanya.@Juanda