Mulai 20 Juni CFD Cilegon akan Kembali Dibuka

CILEGON – Pemkot Cilegon akhirnya mengizinkan kembali acara Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) di Jalan Yasin Beji, Komplek Krakatau Steel (KS). Acara CFD yang biasa diadakan setiap Minggu akan mulai dibuka kembali pada 20 Juni 2021.

Untuk diketahui, acara CFD selama ini lebih digunakan untuk berjualan para pedagang pakaian, makanan dan lainnya.

Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta mengatakan, alasan dibukanya CFD untuk memulihkan perekonomian di Kota Cilegon.

“Memulihkan perekonomian para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang juga UMKM binaan Pemkot Cilegon,” kata Sanuji usai menerima kunjungan pedagang CFD di Ruang Rapat Walikota Cilegon, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga  Tangsel Komitmen Wujudkan Green School

Politikus PKS itu mengatakan, operasional CFD juga akan dievaluasi oleh Pemkot Cilegon. Para pedagang di CFD juga berkomitmen melaksanakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Kita bangun pola baru, prokes jalan, ekonomi juga jalan. Para pedagang juga jualannya tidak sekaligus, tetapi dibagi waktunya. Apalagi CFD juga sepekan hanya sekali dan waktunya hanya setengah hari,” ucapnya, dikutip bantenraya.com.

Mantan anggota DPRD Provinsi Banten itu menegaskan, pengawasan prokes juga akan dilakukan secara ketat. Kebijakan pembukaan CFD tersebut juga menjadi tantangan bagi para pekaku usaha di CFD.

Baca Juga  HD : Aspal Karet Peluang Agar Karet Tidak Bergantung Pada Segmen Harga Internasional

“Jika dengan dibukanya CFD, Kota Cilegon yang saat ini zona oranye Covid-19, berubah menjadi zona kuning atau hijau, itu menjadi prestasi bagi para pedagang juga,” ucapnya.

Sekretaris Himpunan Peguron Persilatan Banten (HPPB) Bambang Andriyanto mengatakan, prokes yang diminta akan diterapkan. CFD akan dibuka jika pada Minggu (20/6/2021), masih zona oranye bukan zona merah. Jika zona merah, pihaknya juga sepakat untuk menutup CFD.

Baca Juga  Walikota Serang Gencarkan Protokol Kesehatan Kepada Masyarakat

“Kami bersedia mematuhi apa yang diminta Pemkot Cilegon untuk prokes. Pemkot Cilegon juga sedang melakukan kajian agar Jalan Yasin Beji tempat CFD berada, hanya digunakan satu lajur, bukan dua lajur,” akunya.

Andri menjelaskan, pedagang CFD yang berada dibawah naungan HPPB ada 150 pedagang, sedangkan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Wirausaha Cilegon (Pawon) sekitar 500 pedagang.

“Total sekitar 650 pedagang, tetapi nanti hanya 50 persennya yang bisa berjualan dalam satu waktu,” imbuhnya. (*/cr1)