Surat Dakwah dan Straight News
Surat-surat dakwah Rasulullah ﷺ kepada para raja dan pemimpin dunia, sekitar abad ketujuh Masehi dapat diperlakukan sebagai produk komunikasi resmi negara Madinah. Surat dakwah itu bisa pula sebagai press release atau mungkin semacam nta diplomatik dalam konteks (negara) modern.
Surat-surat dakwah tersebut dapat ditulis dalam format straight news, tanpa menghilangkan kesakralannya, juga tanpa menambah glorifikasi religius yang tak bersumber dari dokumen.
Dalam jurnalisme modern, straight news memiliki ciri faktual, ringkas, verifikatif, bebas opini, dan berbasis sumber. Ketika diterapkan pada surat dakwah Rasulullah ﷺ, maka pengiriman surat dakwah adalah what (apa). Rasulullah ﷺ adalah who (siapa sekitar tahun 7 Hijriah adalah when (kapan), tempat pengiriman adalah Madinah (where), alasan pengiriman surat karena tugas dakwah seorang utusas=n adalah why (mengapa), para raja dan tokoh dunia penerima surat ada yang menaolak masuk isla,m, marah, dan ada juga yang menolak masuk Islam secara halus.
Kalau dilihat dari unsur komunikasi, maka pengiriman surat-surat dakwah terdiri dari lima elemen komunkmasi. Rasulullah ﷺ (komunikator), isi surat dakwah (pesan), bentuk surat (media), para raja dan pemimpin dunia (komunikan), dan ada respon penerima surat dakwah ada yang menerima dan menaolak dakwah (efek).
Straight News Surat Dakwah
Pengiriman surat dakwah Rasulullah ﷺ bisa dibuat straight news, misalnya : “Rasulullah ﷺ mengirim surat dakwah kepada para raja dan pemimpin dunia, tahun ketujuh Hijriah.
Isi surat dakwah, antara lain, pemberitahuan tentang pengirim surat sebagai utusan Allah dan ajakan agar masuk Islam. Para raja dan pemimpin dunia itu merespon surat dakwah Rasulullah ﷺ, ada yang menerima dakwahnya, ada pula yang menolaknya”.
Bukan Propaganda
Dalam kajian komunikasi, propaganda memiliki ciri: Manipulatif, Emosional, Sepihak. Bertujuan menggiring massa Sebaliknya, surat Rasulullah ﷺ: dikirim satu persatu. Menggunakan bahasa formal. Mengakui kebebasan penerima. Tidak disertai ancaman militer langsung. Soal mengaakui kebebasan penerima, seperti dalam surat kepada Kaisar Romawi, Rasulullah SAW menyodorkamn pilihan, bukan paksaan, apalagi ancaman.
Straight News Bukan Propaganda
Oleh karena itu, secara konseptual, surat-surat Rasulullah lebih dekat dengan straight news dan diplomasi resmi daripada propaganda. Surat dakwah Rasulullah ﷺ sama sekali bukan propaganda.
Pendekatan ini memungkinkan sirah Rasulullah ﷺ masuk ke ruang redaksi, Sejarah Islam ditulis tanpa defensif. Dakwah hadir melalui fakta, bukan retorika. Menulis surat-surat dakwah Rasulullah ﷺ sebagai straight news tak menurunkan derajat kerasulan atau kenabian, tetapi justru: mengangkatnya ke panggung sejarah dunia secara objektif dan berwibawa. (Dean Al-Gamereau)





