Pesan Al-Qur’an untuk Wartawan (31)
Sekilas Ibnu Tulun
Seorang ulama menulis buku, khusus surat-surat dakwah Rasulullah ﷺ: Dialah Imam Muhammad bin Tulun Ad-Dimasyqi. Nama lengkapnya, Muhammad bin ‘Alī bin Aḥmad bin ‘Abdullāh bin Ṭūlūn ad-Dimasyqī. Lahir di Damaskus sekitar tahun 880 H / 1475 M. Wafat di Damaskus, 953 H / 1546 M. Dimasqa atau Damaskus, atau Damsyiq adalah ibu kota Suriah atau Siria (dulu, bernama Syam).
Damaskus jadiu kota tua sekaligus kota modern sekarang ini, Sebagaimana layaknya para ulama, selalu menulis buku. Ibnu Tulun pun banyak menulis buku, salah satunya, kiumpulan surat-surat dakwah Rasuliullah ﷺ kepada para raja dan pemimpin dunia pada masanya.
Ibnu Tulun tumbuh dalam tradisi keilmuan Damaskus yang kuat. Belajar kepada banyak ulama besar Syam dan Mesir. Ibnu Tulun menguasai ilmu hadis, sejarah, nasab, fiqih, dan adab.
Ibnu Tulun menulis buku dengan menggabungkan hadis dan sejarah, memperlakukan surat-surat dakwah Rasulullah SAW sebagai dokumen sejarah, menjaga jarak dari glorifikasi berlebihan., dan menulis dengan gaya tenang, faktual, dan berwibawa
Sejarah Arsiparis Dua Islam
Ibnu Tulun menulis buku dengan menggabungkan hadis dan sejarah, memperlakukan surat-surat dakwah Rasulullah SAW sebagai dokumen sejarah, menjaga jarak dari glorifikasi berlebihan., dan menulis dengan gaya tenang, faktual, dan berwibawa
Ciri buku karya Ibnu Tulun, teliti dalam sanad. kritis terhadap riwayat lemah. sangat memperhatikan dokumen, surat, dan naskah sejarah. Oleh karena itu buku yang ditulismnya tentang surat-surat dakwah Rasulullah ﷺ jadi salah satu referensi penting para ulama yang datang kemudian, peneliti diplomasi Islam, dan peneliti atau pengkaji sejarag berbasis dokumen.
Oleh karena itu, para ulama menempatkan Ibnu Tulun sebagai pakar sejarah arsiparis dunia Islam. Sekalihgus, Ibnu Tulun menjaga ingatan umat tentang surat-surat dakwah Rasulullah ﷺ dalam bentuk tertulis. Sekalihus pula, Ibnu Tulun mendokumentasikan bahasa diplomasi Rasulullah ﷺ . Buku Ibnu Tulun menggambarkan pula cara Islam hadir di panggung dunia tanpa pedang, tanpa paksaan
Kitab Surat Dakwah
Kitab surat-surat dakwah Rasulullah ﷺ yang ditulis Ibnu Tulun berjudul رسائل النبي ﷺ إلى الملوك والأمراء (“Surat-surat Nabi ﷺ kepada Para Raja dan Penguasa) Dalam karya ini, Ibn Ṭūlūn: Menghimpun surat-surat Rasulullah ﷺ kepada raja dan pemimpin dunia.
Dalam, bukunya itu, Ibnu Tulun lengkap mengutip nama raja, utusan, konteks sejarah, dan redaksi surat, menilai kesahihan riwayat dan sanad, menunjukkan bahwa surat Rasulullah ﷺ bukan propaganda, melainkan dakwah resmi dan diplomasi kenabian atau kersaulan.
Surat-surat itu dikirimkan kepada Heraclius (Romawi), Kisra Persia, Muqauqis Mesir, Najasyi Habasyah, dan raja-raja Arab serta kepala suku. Surat-surat dakwah itu boleh disebut surat-surat international. (Dean Al-Gamereau)





