MAJALAHTERAS.COM – Kepedulian terhadap kesehatan santri kembali diwujudkan oleh Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kota Cilegon melalui program Bulan Bakti yang tahun ini menyasar pondok pesantren dan panti asuhan yatim piatu. Hari ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Insan. Jumat (8/5).
Ketua IIDI Kota Cilegon, Ana Muchdiar, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi nyata organisasi dalam membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya para santri.
“Yang pasti kita ikut berpartisipasi menjaga masyarakat supaya sehat. Dengan adanya Bulan Bakti ini, kami berharap di setiap ponpes dan panti asuhan yatim piatu bisa meningkatkan gizi para santrinya,” ujar Ana.
Menurutnya, perhatian terhadap pola makan menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh pengelola pondok pesantren. Ia berharap para pimpinan ponpes dapat menyediakan asupan makanan yang lebih baik dan bergizi bagi para santri.
“Terutama buat pimpinannya, supaya memberikan asupan makanan yang mungkin lebih tepat, yaitu 4 Sehat 5 Sempurna. Agar santrinya menghasilkan santri yang jauh lebih bagus,” tambahnya.
Ana juga menjelaskan bahwa program Bulan Bakti merupakan agenda rutin tahunan IIDI dengan tema yang berbeda-beda setiap tahunnya. Untuk tahun ini, fokus kegiatan diarahkan kepada pondok pesantren yang menaungi anak-anak yatim piatu.
Selain memberikan perhatian pada kesehatan, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan motivasi kepada para santri agar lebih memahami pentingnya pola makan sehat untuk mendukung tumbuh kembang dan prestasi mereka.
“Harapan saya dengan adanya kita datang ke sini, dapat memberi sedikit motivasi kepada adik-adik tentang apa saja makanan yang harus mereka makan. Terus juga motivasi kepada pimpinannya supaya menyediakan yang lebih baik lagi, walaupun belum 4 Sehat 5 Sempurna tapi mendekati lah,” ungkapnya.
Ia berharap, melalui perhatian terhadap kesehatan dan gizi, pondok pesantren dapat mencetak generasi santri yang lebih cerdas, sehat, dan mampu membanggakan Indonesia di masa depan.
“Semoga bisa memproduksi atau mencetak santri-santri yang lebih pintar dan bisa membanggakan Indonesia,” tutupnya. (WIRI)





