Ketua IMI: IMI dan Formula E Siap Bertemu Presdiden Jokowi

oleh
oleh -
Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo (kedua dari kanan) di acara konferensi IMI soal Formula E di Kantor Blackstone, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 24 November 2021. (Foto: Berita Satu)

Jakarta – Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bang Bang Soesatio mengatakan IMI dan Formula E Operations (FEO) akan segera bertemu Presiden Joko Widodo pada pukul 4 sore. truk Formula E.

“Tentu saja kita juga menunggu waktu Presiden Jokowi untuk menerima IMI dan Albreto Longo (Co-Founder sekaligus Chief Championship Officer FEO). Pertama kita minta arahan dari presiden untuk bisa menentukan lokasi Formula E,” ujar Bambang di acara konferensi IMI soal Formula E di Kantor Blackstone, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/11/2021) malam dilansir beritasatu.com.

Bamsoet, sapaan akrabnya, mengungkapkan, FEO telah meninjau 5 lokasi alternatif penyelenggaraan Formula E sejak Senin (22/11/2021).

Baca Juga  HUT ke-7 SMSI: Dari Badai Disrupsi Hingga Ancaman Perpres

Kelima lokasi tersebut adalah Pantai Indah Kapuk (PIK), daerah sekitar Jakarta International Stadium (JIS), Jalan Sudirman, Jakarta Internasional Expo Kemayoran, dan Kawasan Ancol.

“Presiden Jokowi akan memilih. Alberto bakal buat studi plus minus jalur-jalur tersebut… Saya berpesan kepada Alberto, silakan pilih di mana tempat yang paling pas untuk ajang balap Formula E, tetapi tidak boleh di kawasan Monas atau kawasan Gelora Bung Karno (GBK),” tandas Bamsoet.

Bamsoet menegaskan, IMI mendukung penyelenggaraan Formula E karena sesuia dengan semangat IMI mempercepat migrasi kendaraan dari berbahan bakar minyak ke bermotor listrik. Selain itu, kata Bamsoet, Formula E juga sejalan dengan komitmen Presiden Joko Widodo yang telah mengeluarkan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan dan program langit biru serta ramah lingkungan yang digencarkan oleh pemerintah melalui berbagai kementerian/lembaga.

Baca Juga  Tingkatkan Koordinasi, Rutan Bangil Berkunjung Ke Damkar Kabupaten Pasuruan

“Saat ini Indonesia sedang giat-giatnya mengembangkan mobil listrik. Kami mempunyai nikel. Ini mengapa Indonesia begitu antusias terhadap gerakan mobilisasi mobil listrik ini karena Indonesia memiliki nikel yang dibutuhkan oleh dunia sebagai bahan baku baterai,” ungkap dia.

Menurut Bamsoet, event Formula E menjadi kesempatan untuk mengedukasi masyarakat untuk segera migrasi dari mobil fosil ke mobil listrik. Selain ramah lingkungan, kata dia, penggunaan mobil listrik nantinya bisa menghemat APBN sekitar Rp 60 triliun-Rp 80 triliun.

Baca Juga  Pemkab Targetkan 180 Ribu Dosis Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

“Dengan demikian kita bisa menghemat APBN setiap tahun Rp 60-80 triliun subsidi yang selama ini kita berikan kepada masyarakat yang mengonsumsi BBM atau bahan bakar minyak sehingga dana tersebut bisa kita alihkan kepada kebutuhan lain seperti kesehatan, pendidikan dan lain-lain,” pungkas Bamsoet.(*/cr2)