Kakanwil Kumham Banten Tejo Harwanto Kunjungi Lapas Perempuan Tangerang

TANGERANG – Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang menerima kunjungan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Tejo Harwanto. Kedatangan Tejo Harwanto disambut hangat oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Esti Wahyuningsih beserta jajaran. Jumat (14/01/2022).

Tejo yang didampingi oleh Kalapas dan beberapa orang jajaran meninjau Ruang Bimbingan Kerja WBP dan melihat langsung bagaimana para WBP membuat berbagai kerajinan tangan seperti lukisan, tas rajut, kain Eco Print, kerudung, dan lainnya.

Saat meninjau Lapas Perempuan Tangerang, Kakanwil Kemenkumham Banten, Tejo Harwanto mengapresiasi seluruh kegiatan yang ada di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang.

Baca Juga  Penyuluhan dan Sosialisasi Pencegahan Penyakit DBD dan Covid-19

Tejo berharap, Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang terus berupaya untuk mengembangkan berbagai kegiatan Pembinaan Kemandirian para WBP sehingga walaupun berada di balik jeruji besi, mereka akan mampu menjadi pribadi yang produktif.

Kunjungan Tejo Harwanto dilanjutkan dengan meninjau Dapur dan Poliklinik Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang.

Terakhir, Tejo juga menyempatkan diri untuk meninjau progres perbaikan beberapa bagian bangunan Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang yang mengalami kerusakan usai diterjang angin puting beliung beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Ketua KPK: Sistem Informasi Permudah Kontrol Kinerja Pemerintah

“Semoga proses perbaikan (bangunan rusak) berjalan baik dan lancar sehingga dapat difungsikan kembali seperti sedia kala,” harapnya.

Dalam kesempatan Tersebut, Kakanwil Kemenkumham Banten Tejo Melihat hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan, seperti Tas sulam pita, tas jeans sulam pita, tas sulam benang, keset lantai, bantal dan lainnya, Tejo Harwanto memuji program pembinaan kemandirian yang telah dilakukan oleh Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang.

Baca Juga  Kanwil Kemenkumham Banten Deklarasikan Janji Kinerja

Disampaikan Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, Esti Wahyuningsih bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh warga binaan telah beberapa yang telah dipasarkan dan terus mempromosikannya kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Tejo Harwanto menyampaikan agar hasil karya napi dapat dipertahankan harga jualnya dan terus memberikan pembinaan kemandirian kepada Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Dengan pembinaan kemandirian ini diharapkan nantinya warga binaan mempunyai bekal berupa skill bersertifikat dan dapat bergabung kembali ke masyarakat dengan baik,” ujar Tejo Harwanto. (Dede).