MAJALAHTERAS.COM – Rini Syahrayni Hasibuan, guru inspiratif Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Model Medan meraih prestasi dalam ajang Menulis Bersama Menteri Pendidikan Republik Indonesia (Prof. Dr. Abdul Mu’ti., M.Ed.). Rini Lolos Proses Kurasi dengan meraih 12 besar lomba Cipta Puisi yang diadakan Komunitas Yuk Menulis (KYM) bersama Kemendikdasmen.
Even itu berlangsung sebulan, 1 – 30 Juni 2026. Pemenang diumumkan pada 20 Juli 2026. Rini masuk 12 besar mengungguli 200 peserta dari seluruh Indonesia, dengan puisi berjudul Sahabat dalam Do’a, Bangsa dalam Cita, dan Rukun yang Menyala Kembali. Atas keberhasilan itu, Rini mendapatkan Piala, Sertifikat, dan Cinderamata.
Kepala MAN 2 Model Medan Wuri Tamtama Abdi, menyampaikan selamat atas prestasi Rini Syahraini. Menurutnya, prestasi ini sangat membanggakan dan mengharumkan MAN 2 Model Medan di tingkat nasional. Rini merupakan guru Biologi. Meski demikian, dia memiliki talenta dalam bidang cipta puisi. Hal ini sangat menginspirasi bagi kalangan guru-guru dan siswa-siswi MAN 2 Model Medan.
“Saya berharap kepada seluruh siswa, guru dan pegawai MAN 2 Model Medan setelah mengetahui keberhasilan secara langsung dari Rini Syahraini, maka dia harus menjadi contoh teladan yang baik dari kalangan guru,” ujar Wuri Tamtama saat menyambut kedatangan Rini di ruang kerjanya, Medan, Kamis (30/7/2026).
“Sekecil apapun prestasi yang dimiliki guru dan siswa, harus dihargai dan dipuji. Sebab, prestasi itu tidak mudah didapatkan melainkan dengan perjuangan yang berat. Saya selaku pimpinan MAN 2 Model Medan menyatakan bahwa Rini Syahraini merupakan guru inspiratif MAN 2 yang memiliki segudang prestasi dan multi talen,” lanjutnya.
Rini Syahraini bersyukur atas prestasi yang diraihnya. Dia bercerita bahwa ketertarikannya mengikuti kompetisi ini berawal dari informasi yang diperoleh melalui rekan-rekan mengajar. Berbekal minatnya di bidang sastra, ia memutuskan untuk mencoba kemampuan sekaligus mencari pengalaman di ajang tingkat nasional. Untuk mempersiapkan diri, Rini melakukan riset tema, mempelajari teknik membaca puisi, serta berlatih secara konsisten.
Ia juga berdiskusi dan berlatih bersama rekan-rekan yang memiliki pengalaman di bidang sastra, meski demikian, proses persiapan tidak berjalan mudah. Menurutnya, tantangan terbesar adalah membangun penghayatan dan ekspresi yang sesuai dengan tema puisi yang dibawakan. Temanya cukup menantang karena harus memadukan unsur sedih dan berani dalam satu penampilan. Jadi saya harus benar-benar memperhatikan ekspresi dan penghayatan.
Rini menambahkan hasil karya cipta puisinya akan dijadikan satu buku cipta puisi yang berjudul Simfoni Sunyi di Bawah Langit Persahabatan Jilid W7-A1. Buku keduanya akan diberi judul Satu Bait, Satu Cahaya untuk Negeri Jilid W7-B1. Dari kompetisi ini, Rini belajar bahwa proses dan konsistensi memiliki peran penting dalam mencapai hasil yang diinginkan.
Ia pun mengajak yang lain untuk berani mencoba berbagai kesempatan yang ada, jangan takut gagal sebelum mencoba, ambil setiap peluang yang ada karena pengalaman yang didapat akan sangat berharga.(***)





