“IBI Mengasuh KRS” untuk Percepat Penurunan Stunting di Banten

oleh
oleh

Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Banten meluncurkan program IBI Mengasuh Keluarga Berisiko Stunting (KRS) sebagai upaya mempercepat penurunan stunting melalui pendekatan pendampingan keluarga yang terintegrasi dan berkelanjutan. Program ini dijalankan bersinergi dengan BKKBN Provinsi Banten, dengan fokus pada intervensi gizi dan penguatan peran keluarga pada periode krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Program IBI Mengasuh KRS menempatkan bidan sebagai pendamping utama keluarga berisiko stunting. Pendampingan dilakukan secara langsung melalui kunjungan rumah berbasis by name by address, sehingga intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran. Bidan tidak hanya memantau status gizi balita dan kesehatan ibu hamil, tetapi juga memberikan edukasi terkait pola asuh, perilaku hidup bersih dan sehat, serta konseling keluarga berencana.

Pada program ini juga dilakukan bantuan langsung berupa nutrisi kepada KRS sebagai wujud kepedulian IBI dalam intervensi gizi kepada sasaran. Program ini dilakukan secara rutin untuk mengetahui perkembangan KRS secara berkala.

Berdasarkan data pendataan tahun 2025, terdapat sekitar 258.257 keluarga berisiko stunting di Provinsi Banten yang menjadi sasaran program ini. Kelompok tersebut meliputi pasangan usia subur, ibu hamil, serta keluarga dengan anak usia 0 hingga 59 bulan yang memiliki faktor risiko seperti keterbatasan akses gizi, sanitasi yang belum memadai, serta rendahnya literasi kesehatan.

IBI menilai bahwa pendekatan berbasis keluarga menjadi kunci dalam penanganan stunting. Pasalnya, stunting tidak hanya dipengaruhi oleh faktor medis, tetapi juga oleh lingkungan, pola asuh, serta perilaku kesehatan dalam keluarga. Oleh karena itu, program ini dirancang dengan pendekatan komprehensif yang menggabungkan intervensi gizi dan pendampingan berkelanjutan.

Kegiatan utama dalam program ini meliputi pemantauan status gizi balita, pendampingan gizi ibu hamil, konseling keluarga berencana, serta edukasi praktik pengasuhan yang baik. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan durasi minimal enam bulan guna memastikan adanya perubahan perilaku dan peningkatan status kesehatan keluarga sasaran.

Peluncuran program ini juga menjadi respons terhadap masih tingginya prevalensi stunting di Provinsi Banten. Data terbaru menunjukkan angka stunting di Banten mencapai 21,1 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 19,8 persen. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi yang lebih intensif dan konsisten di tingkat keluarga.

Sejalan dengan itu, program ini turut mendukung prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui gerakan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program prioritas ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat dalam membantu keluarga berisiko stunting, baik melalui pendampingan maupun dukungan pemenuhan gizi. Peran bidan dalam program IBI Mengasuh KRS menjadi bagian strategis dalam mengakselerasi implementasi GENTING di tingkat lapangan.

Selain intervensi langsung di lapangan, program ini didukung oleh sistem pelaporan digital terpusat. Bidan sebagai pelaksana program mencatat seluruh kegiatan dan perkembangan keluarga dampingan melalui platform daring, sehingga proses monitoring dan evaluasi dapat dilakukan secara real-time oleh IBI dan BKKBN di tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

Secara operasional, program ini dijalankan melalui beberapa tahapan, mulai dari validasi data keluarga sasaran, koordinasi lintas sektor, pelaksanaan intervensi, pencatatan, hingga monitoring dan evaluasi berkala. Pendekatan ini diharapkan mampu memastikan keberlanjutan program sekaligus meningkatkan efektivitas intervensi.

Program Bidan Mengasuh KRS juga menjadi bagian dari gerakan kolaboratif JAWARA PENTING (Jaringan Warga Sukarela Pemberi Bantuan Genting) yang mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam upaya penurunan stunting. Melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat, IBI optimistis program ini dapat memberikan dampak nyata dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Dalam filosofi program, bidan diposisikan sebagai pengasuh, pendamping, sekaligus pelindung bagi keluarga berisiko stunting. Pendekatan ini menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting membutuhkan sentuhan profesional yang humanis, berbasis kedekatan dengan masyarakat, serta dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan implementasi yang terstruktur dan berbasis komunitas, IBI berharap program ini dapat menjadi model intervensi yang efektif dalam menurunkan angka stunting, khususnya di Provinsi Banten, sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

No More Posts Available.

No more pages to load.